Pages

Daftar Isi

2 komentar:

  1. Puisi Pemuda Untuk Anak ROhis GAUL, yang dirahmati Alloh SWT..
    (Bye: Rio Septora)

    Wahai pemuda!
    Tanah ini sudah cukup membuat hati kita terbakar
    Juga malam-malam penuh kalut
    Yang jadikan kita tak lagi bisa mendengkur
    Ribuan mata tatapi tangis mereka sendiri
    Yang jelata, yang tiada, yang berlumur dosa
    Meratap! Mereka semua meratap
    Lalu tersungkur tercium kaki-kaki telanjang penuh borok milik, katanya
    Penguasa negri ini

    Penantianku seperti partikel udara
    Kemanaku melangkah ia selalu ada
    Walaupun wujudnya ini penuh fana
    Tapi dapat kurasakan kehadiranNYA

    Berpuluh-puluh malam sudah
    Mimpi-mimpi ditafsirkan dengan ide sendiri
    Lalu asa disambangi, dijelajahi, disirami
    Untuk kemudian
    Diracuni

    Emosi yang lama kita naik ke permukaannya
    Perasaan yang tidak terbendung
    Gelora mudah yang tak tertahan
    Gejolak hati yang memburu
    Berkecamuk menjadi Satu

    Wahai pemuda penerus bangsa…!!1
    Pondasi bagi suatu Negara …!!!
    Kunanti kau dipucuk kebisuan
    Setiap saat seiring perjalanan waktu
    Dalam dekap mimpi dan kenyataan
    Walaupun semua mulai membeku

    Baik, cukuplah kita terdiam dan
    Menyaksikan
    Semacam etalase
    Kandungan serta
    Kemunafikan serta jiwa-jiwa kita sendiri

    Tegarku
    Ingin menjadi sesuatu aku dan kita
    Tak ingin pasrah tak ingin putus asa
    Membangun kembali jiwa yang rapuh
    Berpikir keras tuk menjadi sesuatu

    Wahai pemuda akar dari ketentraman
    Pembawa kedamaian dan kebahagiaan
    Kunanti kau dikemarau kehampaan
    Diantara daun dan bunga yang berguguran
    Hingga istana menjadi puing berserakan
    Walau keabadian hanya ada setelah kematian

    Dayaku
    Tak takut melawan waktu
    Nafasku begitu memburu
    Nafsuku kian menggebu
    Tak inginku terlihat buruk dihadapan-Mu

    Bangkitlah dari tidurmu wahai anak manusia
    Tunjukkan pada mentari yang bersinar di pagi hari
    Engkau adalah MUTIARA
    Majulah selangkah wahai pembalut luka bangsa
    Buktikan pada embun yang menetes antara dinginnya udara dini

    Seretlah! Seretlah segala macam kebaikan dan
    Bentuk-bentuk kepedulian itu
    Lalu kuburkan
    Lalu tancapkan sebongkah nisan kepengecutan di matamu
    Itu kan yang kau mau?
    Inginku
    Jiwaku juga jiwamu
    Bangkit keluar dari dunia kelabu
    Kita terlahir sebagai pemuda islam dan harapan negeri
    Masa depan negeri ini, di tangan kita

    Disini ….
    Akan ku ceritakan pada puisiku
    Bahwa bening matamu menyimpan hangatnya kebersamaan
    Akan ku lukiskan pada kertasku
    Bahwa tipis bibirmu mnggoreskan senyum kebahgiaan
    Dan akan ku katakana bahwa putih hatimu
    Mendengarkan kemenangan

    Pemuda ….
    Barang kali saja
    Aku masih bisa menemukan
    Jejakmu di sini.. karena Engkaulah MUTIARA
    yang takkan pudar cahayanya... :)

    BalasHapus
  2. Tetap Semangat Rohis SMAN GAUL (ROSAGA)

    BalasHapus

1. Jika Anda ingin berkomentar dengan menggunakan Account E-Mail Anda, silahkan pilih Profile E-Mail
2. Jika Anda ingin berkomentar dengan menggunakan Nama dan URL Anda, silahkan pilih Name/URL
3. Jika Anda ingin berkomentar tanpa diketahui nama Anda, silahkan pilih Anonymous