+ Huruf Lebih Besar | -Huruf Lebih Kecil

WELCOME

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas diluncurkannya Weblog ROHIS SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung. Mengingat begitu cepatnya perkembangan IPTEK khususnya dibidang...

Kamis, 15 Oktober 2015

Ucapkanlah Assallamu'allaikum Dengan Utuh Dan Benar


Assalamu'alaikum (السلام عليكم as-salāmu 'alaykum) adalah salam dalam bahasa Arab, dan digunakan dalam kultur Muslim.
Salam ini adalah sunnah Nabi Muhammad SAW, yang dapat merekatkan Ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam ini hukum nya adalah sunnah , namun bagi yg mendengarnya hukumnya wajib untuk menjawab.

    Di Indonesia sendiri yang mayoritas penduduknya adalah Muslim maka salam ini sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari maupun dari media elektronik , namun entah mengapa seiring berjalan nya waktu salam ini sering di ubah-ubah atau di singkat padahal salam itu sendiri artinya sangat baik.
kita akan membahas mengapa kita tidak boleh sembarangan  menyingkat salam.


Sekali lagi "Assalamu'alaikum " jangan di singkat lagi
INILAH ARTINYA JIKA DI SINGKAT

1. As = orang bodoh ; Keledai
2. Ass = pantat
3. Askum = celakalah kamu
4. Assamu = racun
5. Samlekum = matilah kamu
6. Salom / Syalom = dari bahasa ibrani untuk sesama kristen dan ada 263 kata di dalam kitab perjanjian lama dan perjanjian baru
7. Mikum = dari bahasa ibrani yang berarti mari bercinta

    Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hasyr Ayat 23: Dialah allah, tidak ada ilaah (sesembahan) yang layak kecuali Dia, Maha Rajadiraja, yang Maha Suci, Maha Sejahtera, Maha Mengaruniai rasa aman, Maha Memelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Memiliki segala keagungan. Maha Suci Allah dari segala yang mereka persekutukan.

  Di dalam ayat ini, As-Salaam (Maha Sejahtera) adalah satu dari Nama-nama Agung Allah SWT. Kini, Kita akan mencoba untuk memahami makna, keutamaan dan penggunaan kata Salam.

  1. Salam bukan sekedar ungkapan kasih-sayang, tetapi memberikan juga alasan dan logika kasih-sayang yang diwujudkan dalam bentuk doa pengharapan agar anda selamat dari segala macam duka-derita. Tidak seperti kebiasaan orang Arab yang mendoakan untuk tetap hidup, tetapi Salam mendoakan agar hidup dengan penuh kebaikan.
  2. Salam mengingatkan kita bahwa kita semua bergantung kepada Allah SWT. Tak satupun makhluk yang bisa mencelakai atau memberikan manfaat kepada siapapun juga tanpa perkenan Allah SWT.
  3. Perhatikanlah bahwa ketika seseorang mengatakan kepada anda, "Aku berdoa semoga kamu sejahtera." Maka ia menyatakan dan berjanji bahwa anda aman dari tangan (perlakuannya), lidah (lisannya), dan ia akan menghormati hak hidup, kehormatan, dan harga diri Anda.
  Ibnu Al-Arabi di dalam Ahkamul Quran mengatakan:
"Tahukah kamu arti Salam? Orang yang mengucapkan Salam itu memberikan pernyataan bahwa kamu tidak terancam dan aman sepenuhnya dari diriku. "
  Jadi, apakah anda masih mau menyingkat salam setelah tahu artinya jika disingkat?

Senin, 03 Maret 2014

Lomba Loker Putri



Locker Putri ? hehehe . . bagi kaum akhwat Sman Gaul pasti sudah familiar mendengarnya. Yup !!  deretan loker yang menampung perlengkapan Shalat putri untuk satu kamar. Loker-loker istimewa ini diharapkan selalu dalam keadaan bersih dan rapi sehingga menarik untuk dilihat. Dan ternyata ada perlombaannya juga lho !Lomba Loker ini diadakan oleh Departemen Keputrian. sistem perlombaannya yaitu dengan mengecek keadaan masing-masing loker putri setiap hari oleh Pengurus Rohis Ikhwat, hasilnya akan dikumpulkan dan diumumkan setiap bulan. Tujuan utama diadakannya Lomba ini yaitu memotivasi para Akhwat untuk Besih dan Rapi. Dan pada malam ini diumumkan para pemegang Loker terbaik edisi Maret 2014 yaitu 



Kamar 41 sebagai juara 1
Kamar 38 sebagai juara 2
Kamar 10 sebagai juara 3

Selamat yaa buat para pemenang, pertahankan dan tingkatkan pencapaiannya  dan buat yang lain, ayoo dong lebih rajin dan rapi lagi, hehehe

Jumat, 31 Mei 2013

Perang Otak di Zaman Kotak-kotak

    Kemunduran Islam sudah sangat akut. Hampir di seluruh aspek dan lini Islam seakan tak punya taring. Teknologi, ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, hingga ke sendi-sendi moral dan ibadah agama suci ini banyak mengalami kemunduran. Faktor intim dari sekian bentuk kemerosotan ini tak lepas dari mainstream-mainstream dan doktrin serta berbagai konspirasi yang di lakukan para musuh Islam walau ada beberapa faktor yang berasal dari kaum Muslim sendiri. Hal ini memang terlihat subjektif namun ia dapat kita rasakan bersama. Hampir semua kendali dan alih dunia dimiliki dan ditarik oleh non-Islam, hingga memunculkan berbagai isu-isu anti Islam dan Islamofobia selalu digencarkan di berbagai media seluruh dunia.

Tulisan ini tak bertujuan untuk membeberkan fakta-fakta yang berada di balik seluruh konspirasi besar ini namun hanya ingin menyadarkan bahwa kita sedang dijajah oleh para neo-kompeni walau tidak nampak dalam bentuk nyata. Neo-kolonial ini lebih sering kita dengar dengan ungkapan perang pemikiran atauGhazwul Fikri. Minimal dengan kesadaran terhadap adanya musuh membuat kita semakin peka terhadap apa yang sebenarnya terjadi dan terbebas dari intrik terselubung ini atau minimal kita mampu mengantisipasinya.
Secara singkat perang pemikiran dapat diartikan berupa berbagai upaya yang dilakukan oleh satu bangsa untuk menguasai bangsa lain. Namun secara lebih spesifik perang ini lebih mengarah pada berbagai upaya yang dilakukan para musuh Islam untuk menguasainya.
Perang Pemikiran ini lebih berbahaya ketimbang perang prajurit atau tentara (al-ghazw al-‘askarī), karena perang pemikiran berjalan secara “rahasia”. Sehingga, bangsa yang diperangi tidak merasa bahkan tidak siap untuk membendungnya. Pada gilirannya, bangsa yang diperangi menderita sakit pemikiran dan mencintai dan membenci apa yang disukai dan dibenci oleh musuhnya.
Dalam salah satu tulisannya Qosim Nurseha (Penulis buku Salah Paham tentang Islam: Dialog Teologis Muslim-Kristen di Dunia Maya) mengutip opini beberapa tokoh Islam. “Perang pemikiran”, menurut Alī ‘Abd al-Ḥalīm Maḥmūd dalam “al-Ghazw al-Fikrī wa al-Firaq al-Mu‘ādiyah li al-Islām” (al-Riyāḍ, 1981) memiliki banyak otot untuk memangsa bangsa-bangsa lain dan menghilangkan identitasnya. Secara umum, perang pemikiran ini biasa terjadi terhadap bangsa-bangsa berkembang (al-umam al-nāmiyah) dan secara khusus terhadap umat Islam.
Menurut Khādim Ḥusain dalam “al-Ghazw al-Fikrī Ta‘rīfuhu wa Ahdāfuhu”, kalangan non-Muslim sangat terbiasa melakukan praktik ini. Tujuannya mengajak umat lain untuk “menghilangkan” karakteristik kehidupan islami, mengalihkan umat Islam agar tidak berpegang kepada akidah dan etika Islam. Biasanya, sasaran “perang pemikiran” adalah fondasi Islam, yaitu: akidah, ekonomi, sistem pemerintahan, sistem pendidikan bahkan penerangan.
Melalui “perang pemikiran”, seseorang tak harus berganti agama, misalnya dari Islam  menjadi Kristen namun tanpa seseorang akan bisa hilang karakteristik kehidupan islaminya. Penjelasan di atas mengingatkan kita pada pandangan sejarawan, sosiolog dan antropolog Muslim klasik, Ibn Khaldūn (w. 808 H). Dalam kitab al-Muqaddimah ia menyatakan bahwa bangsa pecundang selalu mengikuti bangsa pemenang, baik dalam: syiar (motto hidup), pakaian, keyakinan, tindak-tanduk bahkan kebiasaannya. Sikap meniru itu, kata Ibn Khaldūn, disebut al-iqtidā’.
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita kaji beberapa fase kelahiran perang pemikiran ini. Secara garis besar Ali Muhammad Jarisyah dan Muhammad Syarif  -dalam bukunya Asalib al-ghazw al-fikri lil al-‘alam al-slami- membagi fase perang pemikiran ini dalam tiga tahapan; pra runtuhnya khilafah Uthsmaniyah (khilafah Islam terakhir), ketika runtuhnya khilafah dan setelah runtuhnya khilafah.
Fase pertama, pra runtuhnya Khilafah Uthmaniyah. Pada fase ini para musuh Islam membaginya dalam empat proyek besar; perang salib, gerakan orintalisme (al-istisyroq), misionaris atau kristenisasi (at-tabsyir) dan pemecahan Khilafah Usthmaniyah. Pada proyek pertama ternyata kaum non-muslim mengalami kekalahan telak. Perang yang disponsori oleh para pemuka agama serta dimotori dan didukung para pemikir besar tak membuahkan hasil. Umat Islam yang ketika itu sudah mulai terpecah-pecah dan terkoyak-koyak kembali bangkit dan bersinergi untuk membela agama mereka. Seruan jihad dan mati syahid ternyata lebih dahsyat dari kobaran semangat pendeta-pendeta dan tokoh Yahudi. Peperangan ini juga mencatat beberapa tokoh penting yang menorehkan namanya dengan tinta emas dalam sejarah Islam sebut saja Nurudin Mahmud Zinki at-Turki dan Solahuddin al-Ayyubi al-Kurdi.
Setelah mengalami kekalahan telak dalam perang yang berlansung ratusan tahun ini akhirnya mereka mendapat kongklusi bahwa Islam tidak akan dapat ditaklukan kecuali setelah meraih pikiran, akidah dan otak mereka.  Akhirnya mereka mencetuskan dua proyek besar lainnya berupa orientalisme dan kristenisasi (al-istisyroq wa at-tabsyir).
Selain mendapati kekalahan telak ternyata perang salib juga membuahkan sebuah produk pemikiran baru berupa orientalisme dimana para sekelompok orang barat mulai mengkaji dan menulis perihal ketimuran dan Islam, namun yang disayangkan adalah bahwa sikap fanatisme mereka yang tinggi terkadang membuat tidak objektif dalam menilai Islam hingga menghilangkan nilai-nilai keilmiyahan suatu ilmu, berdampak pada pencorengan dan pencitraan yang buruk terhadap Islam.
Banyak peneliti menilai bahwa orientalisme adalah buah karya koloni dan kristenisasi dimana para penjajah berusaha agar Islam tak dapat memperlebar wilayah serta membangun kekuatan untuk meruntuhkan kekuasaan kompeni, sedangkan kristenisasi bertujuan untuk menghadang laju Islam supaya tak menjadi rival Kristen.
Proyek orientalisme terus diluncurkan seiring bergulirya waktu, mereka terus membenahi dan memodifikasi kinerja hingga awal abad 13 Masehi mereka merubah pola kerja mereka dengan mendirikan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang mempelajari bahasa, kultur dan hal-hal ketimuran. Dengan bertopeng reseach ilmiyah, mereka mengusung objektifitas keilmuan untuk menarik para pelajar timur belajar di sana dengan beasiswa penuh, tak jarang sepulang dari sana para pelajar inilah yang menjadi mercusuar dan terompet mereka dengan membawa paham dan misi muslihat ini. Selain misi orientalis mereka juga menyebarkan misi kristenisasi dimana mereka membangun sekolah dengan metode barat yang memisahkan agama dengan ilmu dan negara, membuat majalah, buletin, seminar dan simposium untuk menggoalkan hajat ini.
Proyek meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah terus digulirkan pada fase awal ini. Setelah “melaunchingkan” dua program besar (orientalisme dan kristenisasi) Islam kembali dipecah belah mulai dari sisi geografis hingga kesatuan. Dua kekuatan besar saat itu –Inggris dan Prancis- mulai mensekat-sekat daulah Islam menjadi negara-negara. Meraka juga memecah persatuan umat dengan politik belah bambu dimana pohon tak dapat dirobohkan kecuali oleh bagian pohon tersebut (kapak kayu). Dengan asumsi ini mereka menggandeng Mustafa Kamal at-Tatruk dengan partainya (hizbu al-ittihad wa at-taraqqi( untuk melengserkan Sultan Abdul Majid II dari kekuasaannya. Dari sinilah perang otak memasuki fase ke dua, saat-saat keruntuhan Khilafah Islamiyah.
Tak kurang dari tiga strategi telah mereka siapkan ketika melewati fase ini diantaranya menyebarkan faham sekularisme (memisahkan agama dan negara), nasionalisme  dan separatisme yang menyebabkan fanatik buta hingga berujung pada misi peruntuhan khilafah. Setelah diserang dari beberapa arah –politik, ekonomi, akidah hingga agama- akhirnya mereka dapat merayakan keruntuhan Khilafah Islamiyah pada 1924 M.
Tak puas sampai di sana, mereka juga mengagendakan beberapa program pasca runtuhnya khilafah atau fase ketiga. Pada fase inilah gerakan perang pemikiran dengan dua sayapnya (orientalisme dan kristenisasi atau misionaris) serta berbagai cara semakin digencarkan belum ditambah dengan proyek-proyek lain yang terdapat dalam protokolat zionis.
Muhammad Mahmud As-Showwaf dalam bukunya Al-Mukhothothot al-isti’miryah li mukafahati al-Islammenuliskan beberapa alternative dalam “perang era modern” ini, diantaranya membuka sekolah-sekolah asing dengan metode belajar yang sekuler (memisahkan agama dengan ilmu dan hal lain), menyebarkan majalah, video dan film-film “hot”, menguasai ekonomi dan pasar, memarginalkan turats serta mengalihkan pada metode dan konsep barat, menggemborkan emansipasi wanita, mempopulerkan bahasa tidak resmi dan arabisasi (‘ammiyah wa musta’robah) dan lain-lain dimana mereka tak memberikan satu celahpun kepada Islam untuk bangkit dan berjaya kembali.
Melihat kemunduran dan keterbelakangan umat selama ini banyak para pemikir dan pejuang Muslim yang berusaha untuk mengembalikan Islam pada masa-masa emasnya. Walau demikian tak jarang terjadi pro dan kontra antara gerakan dan jama’ah yang satu dengan lainnya. Perbedaan ini menurut hemat kamikembali pada pandangan dasar setiap gerakan, pembenahan apa yang harus didahulukan dan menjadi prioritas; akidah, politik, hati dan jiwa, tingkah laku atau hal lainya. Maka di bawah ini kami uraikan secara sekilas beberapa gerakan Islam (haraqah Islamiah) dengan tidak bermaksud mencari kelemahan dari masing-masing gerakan namun agar kita dapat lebih mengenal dan memahami usaha dan jerih payah setiap gerakan ini.
Secara umum, ada lima pergerakan Islam yang masih eksis keberadaannya dan menyebar di saentero dunia. Beberapa gerakan itu antara lain Jamaah Tabligh, Salafi, Shufi, Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin. Pertama, Jamaah Tabligh. Dalam menjalankan aktivitas dakwahnya jamaah yang didirikan oleh Syeikh Muhammad Ilyas ini menggunakan metode nasihat dan bimbingan. Jamaah ini memiliki beberapa poin yang sering mereka dakwahkan dalam setiap perkumpulan dan pertemuannya (bayan) diantarnya; kalimah toyyibah, sholat khusyu’, ilmu dan zikir, ikrom (menghormati) muslim dan ikhlas. Mereka juga mewajibkan pengikutnya agar meluangkan waktu untuk melakukan tugas dan kewajiban dakwah. Satu jam dalam satu minggu, sehari dalam sebulan atau sebulan dalam setahun atau dalam waktu yang mereka mampu.  Kesempatan inilah yang dimanfaatkan untuk berdakwah dan menyeru manusia kepada Allah di seluruh penjuru dunia dan dikenal dengan khuruj atau jaulah.
Kedua, Jamaah Salafiyah. Arti kata salafiyah sendiri adalah kembali kepada pemahaman Islam yang berasal dari dua sumber, Al-Quran dan Sunah Rasulullah SAW, sebagaimana yang dipahami ulama salaf. Adapun yang dimaksud dengan kaum salaf adalah era tiga abad pertama yang digambarkan oleh Rasululllah SAW sebagai generasi terbaik. Salafiyyun, meyakini bahwa penyebab kehinaan kaum muslimin adalah perbedaan dalam memahami ajaran Islam, fanatik, dan jumud terhadap pemikiran dan mazhab yang beragam. Mereka juga meyakini bahwa sumber masalah umat Islam adalah akidah mereka yang sudah rusak. Maka misi terbesar dari jamaah ini adalah memurnikan akidah dan ajaran Islam sebagaimana yang dilakukan oleh para salaf as-soleh. Pemikiran dan pergerakan jamaah ini merujuk pada Imam Ibnu Taimiyah dan Muhammad Abdul Wahab.
Ketiga, Jamaah Shufiyah. Secara umum, tujuan yang hendak dicapai pada jamaah ini adalah batin setiap individu dan pembersihan terhadap jiwanya. Jamaah ini menekankan pada ibadah-ibadah ritual dan membangun pribadi muslim. Sesuai dengan pepatah As-Solah qobla al-islah (perbaiki diri dulu baru memperbaiki orang lain). Kesalahan dan hal negatif yang dinisbahkan pada tasawwuf dan jamaah ini sering terjadi pada oknum saja bukan esensi dan hakihat jamaah tersebut.  Keempat, Hizbut Tahrir. Lahir di awal 1950-an. Syeikh Taqiyudin An-Nabhani adalah pendirinya. Anggota Pengadilan Banding Agama di Al-Quds dan alumni Al-Azhar ini telah menerbitkan sebuah buku pada April 1950 berjudul, Risalatul Arab, karakter nasionalis beliau jelas tergambar dalam buku tersebut.
Menurut DR. Shadiq Amin, hizb ini beranggapan bahwa tugas yang mereka hadapi adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap berbagai pemikiran Islam. Itu dapat dilakukan melalui amal tsaqafi (pengayaan wawasan pengetahuan) dan amal siyasi (kerja politik). Dan itu semua bertujuan untuk mengembalikan tegaknya khilafah Islam.
Kelima, Ikhwanul Muslimin. Gerakan Ihkwan sejak awal menyatakan bahwa gerakan mereka adalah gerakan yang integral dan mencakup semua bentuk aktifitas. Al-Ikhwan Al-Muslimun didirikan pertama kali di Ismai’liyyah, sebuah wilayah di Mesir oleh Hasan Al-Banna pada tahun 1928 M. Mulai dari ceramah beliau di kedai-kedai kopi hingga menjadi sebuah gerakan yang besar dan memiliki cabang di berbagai pelosok Mesir bahkan ke berbagai negara Arab lainnya. Dari segi level dan usia kematangan gerakan, Ikhwan termasuk gerakan Islam yang paling besar dan senior. Mereka memilik banyak kekuatan sumber daya manusia dari ulama, tentara, pejabat, ilmuwan, mahasiswa, pedangan, petani, nelayan dan para pemuda.
Salah satu kelebihan gerakan ini adalah kemampuan mereka merekrut pendukung dan kepiawaian dalam membentuk sturktur yang solid. Sehingga mampu menghimpun sekian banyak potensi umat menjadi sebuah kekuatan raksasa yang ditakuti lawan dan disegani kawan. Dalam banyak literatur, mereka menerapkan sistem usroh yang berjalan secara kontinu untuk semua anggota mereka.
Disamping itu, relatif banyak jumlah gerakan dakwah islamiah dan aliran-aliran haraqah lain yang mestinya membuat kita lebih cerdas dalam memahami Islam. Lalu, sikap apa yang mestinya ditunjukkan oleh masing-masing haraqah atau jamaah serta umat Islam yang belum memutuskan untuk bergabung dan berkomitmen dalam sebuah jamaah. Ada baiknya kita mengutamakan persamaan dan menjauhi perbedaan apalagi perbedaan yang terjadi hanya berkisar pada furu’iyah bukan ushuli. Sudah semestinya masing-masing haraqah islamiah saling menghargai tanpa menyibukkan diri untuk mencari celah perbedaan dan berjuang tulus dan ikhlas untuk mengibarkan bendera Islam bukan karena rasa etnosentris haraqah.
Persoalannya sekarang adalah sebagian dari haraqah islamiah ada yang melenceng dari apa yang semestinya dilakukan oleh sebuah haraqah islamiah yakni menyebarkan nilai-nilai yang ada di dalam Islam itu sendiri. Timbulnya perpecahan tak lain tak bukan karena sebagian jamaah yang membesarkan persamaan. Padahal, jika dilihat secara mendalam, titik kesamaannya lebih banyak, terutama dari sisi tujuan masing-masing secara umum.
Menurut Dr. Shadiq Amin dalam bukunya “Mencari Format Gerakan Dakwah Ideal”, bila dilihat secara teliti, sebenarnya, semua jamaah umat Islam yang ada mempunyai titik kesamaan; (a) akidahnya sama, yakni beriman kepada Allah dan seluruh nabi dengan tanpa sedikit pun dikurangi, (b) semuanya berjuang untuk mengajarkan Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Islam benar-benar menjadi pedoman hidup, baik secara mikro maupun makro, (c) referensinya sama, yakni Al-Quran dan hadis dan sejarah para Khulafa ar-Rasyidin, (d) tantangan yang dihadapi sama: musuh-musuh Allah dan pemikirannya yang selalu menghambat umat Islam dalam berdakwah. Kalau ternyata secara prinsip sama, sementara hanya dari segi nama dan cara berdakwah, sungguh, tidak ada alasan untuk saling bermusuhan.
Maka kaidah al-jam’u baina syaiaini khoirun min ihmali ahadihima (mengumpulkan dua hal lebih baik daripada membuang salah satunya) sangat tepat untuk menyatukan umat. Apalagi pada zaman yang sudah sangat terkotak-kotak ini. Toh, gelas yang kosong masih menyimpan air yang lebih banyak dibanding ruang kosong yang ada di dalamnya, persamaan di antara kita lebih banyak mengapa selalu melihat titik perbedaan, kelebihan yang ada lebih dominan dari kekurangannya. Mudah-mudahan Allah selalu menguatkan dan menyatukan barisan kita menuju rido-Nya. Qul kullun ya’malu ‘ala syakilatih wa robbukum Huwa ‘alamu biman huwa ahda sabila (setiap kita berbuat sesuai modelnya sedangkan Allah jua lah yang lebih tahu siapa diatara kita yang mendapat petunjuk-Nya). Teruslah berusaha dan berbuat untuk agama kita mudah-mudahan hidayah Allah selalu mengiringi setiap langkah perjalanan kita.Wallahu ‘alam bi showab.
sumber : eramuslim.com

Senin, 06 Mei 2013

10 TANDA HATI MATI PADA SESEORANG

10 TANDA HATI MATI ADALAH :


1. Kita mengaku kenal dan cinta Allah, tapi tidak menunaikan hak Nya

2. Kita mengaku cinta Rasulullah tetapi mengabaikan sunnahNya

3. Kita membaca Al Qur’an tapi tidak beramal dengan hukum-hukum di dalamnya

4. Kita memakan nikmat Allah, tapi tidak mensyukuri pemberianNya

5. Kita mengaku musuh syaitan, tetapi mengikutinya

6. Kita mengakui nikmat Syurga tetapi tidak beramal untuk mendapatkannya

7. Kita mengaku adanya siksa Neraka, tetapi tidak berusaha menjauhinya


8. Kita mengakui bahawa kematian akan datang pada setiap jiwa, tetapi tidak berusaha mempersiapkan bekalnya

9. Kita sibuk membuka aib orang lain, tapi tidak pernah ingat akan aib diri

10. Kita menghantar dan menguburkan jenazah tetapi tidak mengambil hikmah darinya.

Na’audzubillah minn dzalikSubhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik..

sumber : http://penpatah.blogspot.com/2012/07/10-tanda-hati-sedang-mati.html

Sabtu, 06 April 2013

Bolehkah Merubah Disain Rumah Developer ?


Assalaamu’alaikum wrwb ::::Pak Andan di eramuslim, saya membeli rumah di sebuah perumahan. Disain dan bangunannya sudah disiapkan oleh developer. Namun sekarang belum ada bangunannya karena masih dalam proses.
Menurut saya disain yang disiapkan oleh developer terlalu kecil. Saya ingin merubahnya. Pertanyaannya, bolehkah saya merubah disain yang sudah disiapkan oleh developer tersebut ?
Sekian pertanyaan saya. terimakasih atas jawabannya.
Wassalaamu’alaikum wrwb
Diro
Wa’alaikum salam wrwb
Diro yang saya hormati, terimakasih atas perhatiannya pada eramuslim.com , doakan kami agar tetap istiqomah berdakwah di layar internet ini.
Pak Diro dan netters sekalian, ada beberapa keadaan berkaitan dengan pertanyaan Pak Diro. Pada umumnya tampak muka tidak boleh dirubah selama seluruh unit rumah belum terjual semua. Namun jika kepengurusan komplek perumahan sudah diserahkan ke warga , maka perubahan dalam bentuk apapun bisa dilakukan. Ini yang umumnya terjadi. Untuk menanggapi kondisi Pak Diro, saya akan jelaskan secara detail.
1. Jika rumah belum dibangun bisa di negosiasikan ke pihak developer. Bentuk disain usulan baru namun tetap menggunakan tampak muka standard developer.
2. Jika rumah sudah selesai dibangun, maka perubahan boleh dilakukan setelah serah terima dilakukan. Yang perlu diperhatikan tetap saja muka rumah biasanya mengacu pada disain standard yang ada.
3. Jika rumah sedang dikerjakan, segera melakukan point satu. Sebelum tukang di lapangan mengerjakan sesuai dengan gambar asli. Karena pekerjaan bongkar pasang di lapangan tentu akan membuat rugi developer. Yang nantinya akan dibebankan ke konsumen.
Biasanya semakin besar developer maka semakin ketat juga peraturannya. Semakin besar perumahannya semakin sulit membuat perubahan. Karena management mereka semakin besar dan semakin banyak orang yang harus kita hadapi.
Jadi alangkah baiknya jika saat awal akad dengan developer hal ini didiskusikan. Dan disinilah peran arsitek. Membantu membuatkan disain customize sesuai keinginan.Berdiskusi dengan Pak Diro dan menangkap segenap ide – ide yang ingin diterapkan.
Pihak developer umumnya tidak menyediakan disain perubahan atau memberikan jasa konsultasi arsitek untuk perubahan disain tiap unit rumahnya. Bukannya mereka tidak memiliki arsitek. Tugas arsitek developer hanya  membuat disain rumah masal. Bukan disain customize sesuai dengan permintaan tiap konsumen.
Demikian penjelasan dari saya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalaamu’alaikum wrwb

eramuslim.com

Rabu, 27 Februari 2013

19 Sunnah Yang Jarang Dikerjakan Kaum Muslimin


Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnah juga berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut:


1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakaikeduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
 2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu
Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda,“Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
 3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda,“Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)
 Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
 Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.
 Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.
 4. Shalat Istikharah
Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallammengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)
Oleh karena itu, lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.
5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak TanganKetika Berwudhu
Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallamberkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
 6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan
Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
 7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallamberbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
 8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana
Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
 9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya`
Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.
 10. Mengikuti Bacaan Muadzin
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)
 11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan Shaf Pertama.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
 12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu
Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
 12. Mengibaskan Seprai Saat Hendak Tidur
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)
 13. Meruqyah Diri Dan Keluarga
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)
 14. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
 15. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallamberjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.”(HR. Muslim)
 16. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya RasulullahShallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
 17. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.
 18. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir Setelah Shalat
Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.”
   Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan satu komando dan satu suara. Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan satu komando, satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak, ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.
  19. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah
Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)
   Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari)
Sunnah ini sering diabaikan, terutama saat melakukan shalat sunnah.
   Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya sekali.”
    Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah RasulShallallahu Alaihi wa Sallam.”
    Ibnu Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,meskipun amal itu sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia sangat bersungguh-sungguh.”
    Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.
eramuslim.com