+ Huruf Lebih Besar | -Huruf Lebih Kecil

WELCOME

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas diluncurkannya Weblog ROHIS SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung. Mengingat begitu cepatnya perkembangan IPTEK khususnya dibidang...

Senin, 24 September 2012

Rohis Bukan Tempat Persemaian Benih Terorisme


"Rohis Bukan Tempat Persemaian Benih Terorisme"Kegiatan ekstrakurikuler Rohani Islam yang sejak lama tumbuh di sekolah-sekolah menengah atas, memiliki andil besar dalam membangun moralitas keberagamaan para siswa di tanah air.

Selain itu, keberadaannya ikut memperkuat tugas pendidikan yang diemban pihak sekolah bagi terciptanya kualitas budi pekerja, agar para lulusannya lebih berguna bagi masyarakat dan juga masa depan bangsa.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Minggu (23/9/2012), menanggapi aksi protes sejumlah elemen Rohis dan alumninya di Jakarta serta kota lainnya pada hari ini.

Protes itu dipicu sebuah pemberitaan di stasiun televisi swasta nasional beberapa waktu lalu, yang menyimpulkan kegiatan Rohis sebagai sumber berkembangnya terorisme.

"Tidak ada kegiatan Rohis di sekolah mana pun yang menekankan pada terbangunnya sikap siswa untuk menjadi teroris, sebab Rohis memang bukan tempat persemaian benih terorisme," kata Syahganda.

Karena itu, lanjutnya, analisa maupun pemberitaan yang dikembangkan oleh media bahwa bibit terorisme berasal dari kegiatan Rohis, jelas keliru dan tidak memiliki dasar kuat guna memperkuat alasan tersebut.

"Penilaian seperti itu bersifat tendensius dan bertolak belakang dengan kenyataan sebenarnya, dan tentu saja mengabaikan kredibilitas ataupun profesionalisme sebuah media dalam menyajikan pemberitaan," jelasnya.

Akibat itu, tambahnya, kerugian lain juga dialami masyarakat karena media berperan menanamkan stigma negatif terhadap keberadaan Rohis di khalayak luas.

Menurut Syahganda, Rohis sudah menjadi kegiatan umum dan diterima oleh semua sekolah, dengan mengutamakan aspek mentoring keagamaan baik berupa pengenalan dasar-dasar Islam, pelaksanaan ibadah salat berjamaah di masjid atau musala, serta meramaikan syiar dakwah Islam yang bersifat umum berupa penyambutan hari besar Islam maupun pesantren kilat pada saat libur.

"Mereka pun bangga dengan pengalaman ikut Rohis, sama halnya kebanggaan mengikuti ekstrakurikuler lain seperti Palang Merah Remaja atau Pramuka yang juga ditekankan pihak sekolah," ujarnya.

Ia mengaku, manfaat kegiatan Rohis dirasakan secara langsung oleh para siswa, termasuk melatih siswa berorganisasi yang dampaknya akan dirasakan setelah lulus sekolah.(fq/inilah)

Sumber : Eramuslim.com

Rabu, 19 September 2012

FPI Jateng: Kami Siap Minum Darah Pembuat Innocence of Muslims


FPI Jateng: Kami Siap Minum Darah Pembuat Innocence of MuslimsMeski dilarang agama, minum darah jadi ancaman FPI Jateng untuk memprotes film 'Innocence of Muslims'. Tak hanya minum darah, mereka juga siap memakan daging pembuat film itu. (red.Mudah-mudahan berita ini tidak bener)

"Kalau ada pelakunya bisa dipastikan kami minum darahnya, kami makan dagingnya," kata Sekretaris Dewan Syuro FPI Jateng Habib Jindan Baharun dengan menggebu usai mengawal persidangan kasus bentrok Solo di PN Semarang, Jalan Siliwangi, Selasa kemarin (18/9/2012).

Jindan bahkan mengeluarkan air mata dan mengaku sangat sakit hati dengan film yang menistakan Nabi. Ia mengutuk keras film tersebut.

"Kami dipanggil Habib, Insya Allah ada darah Rasulullah dalam darah kami. Kami sangat kutuk penistaan terhadap agama, terhadap Rasulullah," ujarnya sambil menangis.

Usai dari PN Semarang, sebagian anggota FPI pun bergabung dengan sejumlah massa dari Laskar Umat Islam Semarang (LUISS) untuk berunjuk rasa terhadap film berunsur penghinaan agama tersebut.

Massa yang berjumlah puluhan tersebut berorasi di bekas videotron di Jalan Pahlawan dan melanjutkan aksinya ke dua restoran fast food di Jl Pandanaran. Di sana, mereka menempel poster presiden Amerika, Obama dilengkapi tanduk dan tulisan membela Islam.

"Kami minta pemerintah Indonesia mengusir duta besar Amerika dan memutus hubungan diplomatik atas ketidaktegasan Amerika untuk mengeksekusi mati pelaku penghinaan Nabi," kata pimpinan LUISS, Abu Ibrahim.(fq/detik)

 Sumber : Eramuslim.com

Selasa, 18 September 2012

Balas Film Anti Islam Buatan AS, Mahasiswa Muslim Medan Serukan Boikot Produk AS



Demo kecam film anti Islam di depan kedubes AS Jakarta
Balas Film Anti Islam Buatan AS, Mahasiswa Muslim Medan Serukan Boikot Produk AS Kekecewaan umat Islam atas film Innocence of Muslims terus berlangsung. Kali ini mahasiswa di Medan, Sumatera Utara, mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan produk-produk asal negara yang memproduksi film tersebut.

Massa yang mengatasnamakan Gerakan Muslim Sumatera Utara (Geram) melakukan aksinya di depan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Jalan MT Hariono, Gedung Unilan Plaza.

"Boikot produk AS dan Israel, biar hancur ekonomi mereka," ujar salah seorang orator, Selasa (18/9/2012).

Ini dilakukan karena massa menilai, Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab atas pembuatan film tersebut. Pasalnya, film tersebut menistakan umat Islam. "Tangkap, tangkap pembuat film, pemain dan penyandang dana film tersebut. Mereka harus dihukum," katanya.

Dua ratusan orang yang berasal dari HMI cabang Medan, PEMA USU, PPP, MMI, IMM Medan, KAMMI Medan, dan ICMI Muda, langsung dihadang oleh polisi yang melakukan penjagaan di depan gedung Konjen AS.

Polisi yang sudah bersiap dengan mobil watercannon dan kawat duri melarang pengunjuk rasa masuk ke dalam. Kesal, pengunjuk rasa membakar ban bekas di tengah jalan sehingga membuat kemacetan.

Usai menyampaikan orasi, massa gabungan aliansi umat Islam itu membubarkan diri menggunakan kendaraan menuju sekretariat masing-masing.(fq/okezone)

Sumber : Eramuslim.com

Produk Halal Indonesia Ditolak di UEA, MUI Diminta Evaluasi Diri Soal Sertifikasi Halal


Produk Halal Indonesia Ditolak di UEA, MUI Diminta Evaluasi Diri Soal Sertifikasi HalalWakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi meminta Badan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia Indonesia (LPPOM MUI) mengevaluasi diri terhadap produk halal yang dikeluarkan. Hal berkaitan ditolaknya produk halal Indonesia di negara Uni Emirat Arab (UEA) Juni lalu.

"Bahwa produk halal kita ini ternyata oleh negara lain tidak diakui, nah mungkin seperti itu pesannya (Evaluasi diri)," ujarnya di Jakarta, Senin, 17 September 2012.

Produk sertifikasi halal yang dikeluarkan MUI katanya, seharusnya memberikan rasa aman bagi ekportir, sehingga produk asal Indonesia bisa diterima semua negara khususnya tujuan ekpor negara Islam. Namun dalam kenyataannya tidak semua negara Islam menerimanya. "Padahal kita negara muslim terbesar dunia.".

Bayu berharap MUI dan BPOM menjelaskan, bahwa proses sertikasi halal yang dilakukan lembaganya sesuai standar keamanan dan diakui negara lain. "Halal ini sertifikat, bukan soal teknis tapi soal akidah, di dalamnya ada syariat islam. "Kita harus membuat apa yang disertifikasikan itu diakui," Bayu mengatakan.

Ia mengakui lembaganya tidak bisa mengambil peran mengelurkan sertifikasi halal. Sebab pemerintah telah menetapkan lembaga MUI mengeluarkan label halal itu. "Sekarang majelis ulama yang bicara bukan dari kita, kalau kita yang ambil tidak bisa.".

Sebelumnya Uni Emirat Arab menyatakan tidak mengakui label halal yang dikeluarkan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetik (LPPOM) MUI. Alasannya mereka tidak mengenal MUI. Usaha lobi yang dilakukan MUI terhadap otoritas UEA juga gagal lantaran lembaga tersebut tidak mewakili pemerintah Indonesia.

Praktis, ekspor bahan makanan ke salah satu pasar negara muslim terbesar itu mandeg. Penolakan itu mencuat setelah sebuah perusahaan eksportir makanan asal Jakarta melaporkan kasus penolakan barang dagangannya pada Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).(fq/tempo)

Sumber : Eramuslim.com