+ Huruf Lebih Besar | -Huruf Lebih Kecil

WELCOME

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas diluncurkannya Weblog ROHIS SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung. Mengingat begitu cepatnya perkembangan IPTEK khususnya dibidang...

Selasa, 18 September 2012

Tragisnya Larangan Salat Jumat bagi Para Pekerja



BAGI umat muslim terutama yang berjenis kelamin pria, tentu tidak asing lagi dengan ibadah salat yang rutin dilaksanakan sekali dalam seminggu. Beberapa di antaranya yang anak rantau atau beberapa kali pindah domisili atau pekerjaan, pastilah punya kenangan demi kenangan tertentu di masjid-masjid yang pernah dipijak. Itulah salah satu keindahan salat Jumat. Ketika sesama umat muslim, kita semua berkumpul dalam satu masjid. Namun apa jadinya jika satu perusahaan memberlakukan larangan melakukan salat Jumat?
Sekilas tentang Salat Jumat
Salat Jumat hanya boleh dilakukan lelaki muslim dan dilakukan berjamaah. Dalam praktiknya, para lelaki ini harus menyegerakan pergi ke masjid. Biasanya jam setengah sebelas, jika waktu zuhur dimulai jam 12, masjid sudah lumayan penuh. Tapi lebih para jamaah datang sepuluh atau lima menit sebelum waktu zuhur dimulai.
Sebelum salat Jumat, lelaki muslim disunahkan untuk mandi, berpakaian rapi dan memakai wewangian (non-alkohol). Biasnya pula aksi mencukur bulu-bulu cinta atau potong kuku, dilakukan di hari ini. Usai itu, ketika sampai di masjid, disunahkan untuk salat sunah dua rakaat. Lalu khatib memberi salam sekira sekian detik, kemudian jamaaah mendengarkan kumandang azan dari muazin sebagai tanda tiba waktu zuhur. Usai itu khatib memberi ceramah yang durasinya kira-kira 10-15 menit. Usai itu muazin melakukan iqamat atau pemanggilan salat berjamaah, dan salat dua rakaat pun berlangsung secara berjamaah.
Usai ini disunahkan para jamaah untuk bersalawat dan berdoa. Pada kenyataannya karena kesibukan, para jamaah hanya berada di masjid sekira dua menit usai salat jamaah dilakukan.
Masjid-Masjid yang Paling Dikenang
- Masjid sekolah. Bagaimana tidak, selama tiga tahun berada di tempat dan melakukan aktivitas yang sama, kami wajib salat Jumat di masjid tersebut. Ketika anak-anak SMP dan SMA juga para guru berkumpul dalam jajaran saf. Yang unik, waktu salat Jumat di sekolah saya terbilang amat singkat. Tidak heran karena masjid sudah mulai penuh satu jam sebelum waktu zuhur dimulai. Tidak heran pula kami yang SMA cepat pulang dan kerap kali menemukan masjid di areal sekolah yang masih melakukan ibadah salat dua rakaat tersebut.
- Masjid di Ledeng. Masjid ini tidak terlalu besar dan terletak di ‘bukit’. Kami harus menaiki anak tangga yang lumayan banyak untuk sampai ‘ke atas’, maklum masjid itu berada di dataran yang lebih tinggi. Itulah masjid satu-satunya yang dekat dengan areal kos yang terletak di tempat saya tinggal. Sebenarnya ada masjid yang berada tepat di Terminal Ledeng, namun itu cukup jauh.
- Musala SMP. Dulu kalau sekolah siang, enggak banyak anak yang lebih memilih singgah di musala untuk salat Ashar. Saya adalah salah satu anak yang sengaja pergi ke musala. Selain untuk ‘menyepi’ sekalian buat ibadah juga, kan? Yang paling enak saat salat Jumat berlangsung di sana. Anak-anak SMA dan SMP berkumpul dalam saf. Yang SMP tentu saja wajib pakai sarung yang dibawa dari rumah. Mereka kan pakai celana pendek. Makanya tiap sekolah siang, saya selalu bawa sarung.
Yang Unik dan Menggelitik Saat Salat Jumat Berlangsung
- Masih ingat dengan style emo yang sempat menjadi tren di media era 2000-an? Mulai dari rambut zigzag, pakaian cungkring yang ngepas banget, sampai celana pensil. Nah, kayaknya enggak masalah jika gaya ini diterapkan pada pemuda yang kerempeng atau punya tubuh yang biasa aja. Lalu bagaimana jika yang chubby atau agak gemuk melakukannya?
Pada suatu Zuhur di masjid kampus, di hadapan saya muncullah sosok lelaki dengan jeans ketat dan pinggang yang lebar. Ketika dia melakukan salat sunat tahiyatul Masjid, lipatan bokongnya amat terlihat jelas kala dia duduk di antara dua sujud. Ini tentu pemandangan yang amat mengganggu.

- Di beberapa masjid, keberadaan anak-anak sebenarnya cukup mengganggu. Anak-anak seumuran SD ini lebih sering duduk di saf paling belakang dan bebas mengobrol saat khatib berkotbah. Sebenarnya sudah menjadi kewajiban bagi muslim yang dewasa di jajaran yang sama untuk memberi nasihat. Tapi kemudian hal ini menjadi lumrah dan terjadi di masjid-masjid perkampungan padat penduduk. Yah, namanya juga anak kecil. Meski akan lebih baik jika mereka lebih dinasihati dan tidak bercanda saat berada dalam masjid.

- Terkadang saya menemukan anak lima tahunan jalan-jalan saat salat Jumat dua rakaat berlangsung. Sudah tiga kali hal itu berulang di masjid padat penduduk di tempat saya tinggal. Namun beruntung, hal itu tidak berulang kembali. Ini bagus karena jika anak kecil itu dibiarkan, maka yang berdosa adalah orang tuanya.

- Yang menggelikan dari masjid di kompleks perumahan yang baru saya tempati, adalah banyaknya koropak yang biasa di-estafetkan para jamaah kala menunggu tibanya salat Jumat. Koropak adalalah kotak sumbangan yang terbuat dari kayu dan mirip celengan. Ada sekira tiga koropak yang diestafetkan, membuat saya yang baru mencicipi masjid tersebut tergelak. Ada yang bertuliskan sumbangan untuk kompleks perumahan, untuk yayasan. Wah, sebaiknya sih, koropak hanya satu dan ditujukan untuk masjid yang bersangkutan saja. Kalaupun banyak koropak, itu pun khusus untuk masjid besar yang terdiri dari dua lantai.

Nah, masalahnya kompleks perumahan yang saya tinggali adalah orang-orang yang lumayan berada. Beberapa di antara mereka bahkan punya kendaraan, sekarang apa urgensinya pakai koropak untuk meminta sumbangan yang diestafetkan dalam masjid? Tapi siapa tahu duit itu mungkin akan disumbangkan ke orang-orang fakir miskin dan anak yatim. Sementara untuk para jamaah, jika niatnya untuk bersedekah, maka itulah pahala yang mereka dapatkan. Tidak ada sangkutpautnya dengan urusan: ‘mau dikemanakan uang itu’.

- Di masjid tempat anak-anak kos bernaung, atau di masjid manapun yang dekat dengan areal perkantoran, pabrik, atau kampus, pastilah pernah merasakan salat di luar areal masjid. Sampai-sampai harus menggulung tikar bahkan koran di luar areal masjid. Hal ini menjadi pemandangan yang biasa. Seperti yang juga pernah saya alami. Saat itu cuaca mendung, dan kami sampai kebasahan karena gerimis. Namun beruntung, Allah tidak mengguyur hujan ketika salat Jumat berlangsung. Baru ketika salat Jumat berakhir, hujan deras pun datang.

- Mengantuk adalah hal yang biasa dirasakan para jamaah. Jadi terkadang khotbah dari khatib tidak didengarkan secara  baik. Hal ini lumrah saja, masalahnya udara siang bolong memang bikin kita mengantuk. Bahkan lebih sering ada yang tidur ayam. Sebaiknya sih, tetap berzikir atau mendengarkan ceramah. Meski demikian mengantuk manusiawi,kok. Asal jangan jadi kebiasaan aja, Heuheu =3=’

- Dulu pas masih kecil, setiap anak lelaki terbiasa salat jumat dan ribut di saf paling belakang. Makanya saya lebih nyaman, duduk di tengah saja. Nah, pas giliran enggak kebagian tempat dan mau enggak mau duduk di belakang, diusilin deh. Saat salat tahiyatul Masjid, sarung yang saya kenakan dipelorotin. Akhirnya terlihatlah burung itu. Maklumlah, kalau bocah SD kadang suka malas pake celana dalem. =.=’

Tragisnya Larangan Salat Jumat bagi Para Pekerja

Miris juga, masa ibadah umat muslim harus dibatasi demi kepentingan kapitalisme alias duniawi? Meski masyarakat Indonesia sudah mafhum adanya kelonggaran waktu khusus di hari Jumat yang diterapkan oleh banyak pabrik dan perusahaan, tetap saja ada tempat bekerja yang membatasi karyawan/pekerjanya untuk melakukan salat Jumat. Miris sekali, ya? Padahal beribadah itu adalah bagian dari hak asasi manusia.

Dua hari yang lalu saya menemukan kabar di media massa online, ketika 30 karyawan Toko HF di Jalan Semarang, Surabaya, akhirnya dipecat pasca larangan salat Jumat yang tidak dipedulikan para pekerja muslim. Yang lebih miris, pekerja non-muslim yang memperjuangkan hal salat Jumat bagi rekannya yang lain agama, juga ikut dipecat. Para pekerja itu kini mengadu ke disnaker setempat.
Sementara bagian HRD Toko HF yang bersangkutan berkilah bahwa apa yang terjadi hanya sebuah kesalahpahaman. Perusahaan hanya ingin pekerjaan tetap berjalan pada hari Jumat, namun mekanismenya memang bermasalah.Mekanisme di sini adalah pembagian jadwal salat Jumat yang harus dilakukan para pekerja. Misalnya minggu pertama, yang boleh salat Jumat ada 10 orang, minggu selanjutnya ada 7 orang. Ini membuat satu orang pekerja hanya bisa melakukan salat Jumat sebanyak dua kali dalam sebulan. Wah, bagaimana bisa?
Salat Jumat Wajib Hukumnya
Salat Jumat wajib dilakukan bagi muslim laki-laki sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Surat Al Jumu’ah ayat 9 yang artinya:”Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, dan itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (QS 62: 9)

Salat Jumat tidak diwajibkan untuk perempuan muslim, anak-anak, hamba sahaya, dan orang yang sakit. Lalu bagaimana jika seorang muslim sengaja melalaikan kewajiban salat? Menurut hadis HR, Muslim: ” “Hendaklah orang-orang itu berhenti dari meninggalkan salat Jum’at atau kalau tidak, Allah akan menutup hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang yang lalai.”

Nah, jadi untuk teman-teman yang muslim dan berbatang, adalah wajib hukumnya untuk datang ke masjid. Apalagi untuk para lelaki yang karena kesibukan atau rasa ‘malas’ terbiasa salat sendiri dan kurang berinteraksi di masjid. Itulah gunanya salat yang diwajibkan ini. Agar bagaimanapun, kita bisa ngeh diri sebagai makhluk sosial. Istilahnya paling enggak, satu minggu sekali kita ke masjid dan bersilaturahmi. Tak saling mengenal dan tak ada tegur sapa memang, tapi begitulah cara mereka dipertemukan sebagai sesama saudara.

Sumber : edukasi.kompasiana.com

Senin, 30 April 2012

Membangun Generasi Umat Pemakmur Masjid

Kaum muslimin rahimakumullah

Allah SWT berfirman: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At Taubah 18).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam ayat di atas Allah SWT menerangkan sifat-sifat khas para pemakmur masjid-masjid Allah adalah orang-orang yang bernar-benar beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, menegakkan sholat, membayar zakat, dan tidak takut siapapaun selain Allah SWT.  

Az Zuhaili dalam tafsirnya mengatakan bahwa yang berhak memakmurkan masjid adalah orang-orang yang benar imannya kepada Allah, mengakui keberadaan dan keesaan-Nya, beribadah dan bertawakkal hanya kepada-Nya, juga beriman kepada hari kiamat dimana Allah akan menghisab seluruh hamba-Nya, membalas orang-orang baik dengan pahala dan menyiksa orang-orang yang buruk. Selain itu, mereka menegakkan sholat dengan menyempurnakan syarat dan rukunnya serta mentaddaburi seluruh bacaan dzikir dalam tiap gerakan sholat maupun bacaan tilawah Al Quran dalam tiap rakaatnya. Mereka mempunyai sifat khusyu’ kepada Allah, membayar zakat kepada orang-orang yang berhak (mustahiq zakat) seperti kaum fakir miskin dan ibnu sabil, yakni orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan mereka.  Mereka tidak takut kepada siapapun kecuali hanya kepada Allah. Dia tidak takut kepada patung-patung berhala dan siapa saja yang diagungkan. Mereka inilah yang bisa diharapkan menjadi orang-orang yang mendapatkan petunjuk kepada kebaikan selamanya, kepada apa yang dicintai dan diridloi Allah.

Al Baghawy dalam tafsirnya mengatakan bahwa orang yang memakmurkan masjid itu hanyalah orang yang telah disebut dalam ayat di atas dan dia tidak takut kepada siapapun dalam urusan dinul Islam.   Juga dia tidak meninggalkan perintah Allah maupun larangan-Nya karena takut kepada yang lain. Mereka itulah orang yang berpegang teguh dengan ketaatan kepada Allah yang mengantarkan kepada al Jannah. Imam Ahmad meriwayatkan suatu hadits dari Abu Said al Khudry bahwa Nabi saw. bersabda: “Jika kalian melihat seorang yang biasa mendatangi masjid-masjid  maka saksikan bahwa dia beriman”.

Kaum muslimin rahimakumullah,


Untuk membangun generasi umat pemakmur masjid hari ini, maka perlu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama,  DKM Masjid dan Musholla memulai membangun tradisi khusus sholat subuh berjamaah, yang disusul dengan kuliah tafsir, aqidah, fiqih singkat sekitar 15 menit dan Tanya jawab hingga total 30 menit, lalu dilanjutkan dengan pertemuan ukhuwah untuk membahas berbagai masalah yang sedang dihadapi jamaah Masjid/Musholla untuk dibantu diselesaikan secara riil, seperti masalah ekonomi atau yang lain, atau mengunjungi yang sedang sakit sehingga tidak datang sholat berjamaah.  Tujuannya adalah konsolidasi jamaah pemakmur masjid dan mewujudkan ukhuwah Islamiyyah secara riil.

Kedua,
untuk menambah wawasan, kualitas jamaah dan ukhuwah Islamiyyah yang lebih luas, perlu diadakan kuliah subuh gabungan untuk tingkat kelurahan yang merupakan gabungan beberapa masjid dan musolla. Dan setiap enam bulan sekali kuliah subuh gabungan sekecamatan. Untuk itu bisa diundang para tokoh umat dan ulama yang memiliki kualifikasi yang bagus sehingga tujuan tersebut bisa dicapai. 

Kaum muslimin rahimakumullah,

Untuk meningkatkan kekuatan dan kekompokan umat Islam berbasis masjid sebagai kekuatan umat di akar rumput, harus diperhatikan konsolidasi pemikiran, perasaan, dan gerak berjamaah dengan kesatuan gerak dasar, yakni :
(1) Perkuat aqidah dengan penanaman cinta kepada Allah (hubbullah) dan cinta kepada Rasul (hubbur Rasul) melalui pendekatan qira’atul Quran dan Kajian Sirah/Hadits serta pensucian jiwa tauhid;

(2)  Memakmurkan Masjid dan musholla dengan sholat berjamaah lima waktu, wabil khusus sholat Subuh yang dilanjutkan dengan kajian dan bahas masalah riil ummat;

(3) Membiasakan dan menggemarkan bayar shodaqoh dan infak perjuangan untuk membiayai gerakan dakwah sebagai dasar kebiasaan bayar zakat kepada negara yang konsisten menerapkan syariah. Shodaqoh yang dibayarkan dikumpulkan di masjid untuk dana ukhuwah Islamiyyah untuk menyelesaikan problem-problem jamaah serta membiayai kegiatan gerakan dakwah di tingkat masjid tersebut dan surplusnya sebagian bisa dikirim ke masjid tingkat kelurahan atau kecamatan untuk dikelola gerakan dakwah di tingkat Kota/Kabupaten. Dengan pola penggalangan dana mandiri ini insyaallah kekuatan dan independensi gerakan dakwah umat Islam bisa diwujudkan. 

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam konsolidasi ini bagus direnungkan gambaran soliditas para pejuang Islam generasi pertama, yakni kaum Muhajirin dan Anshar sebagaimana firman Allah SWT:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi…” (QS. Al Anfal 72).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dengan istiqomahnya umat memakmurkan masjid dan konsolidasi jamaah masjid serta jaringan antar masjid, insyaallah ukhuwah Islamiyyah diwujudkan secara nyata dan jamaah umat Islam betul-betul solid dan mampu mengemban tugas-tugas dakwah dan amar makmur nahi mungkar. Minimal ketertiban masyarakat yang ahli ibadah, memakmurkan masjid, dan membersihkan lingkungan dari segala kemaksiatan di seputar masjid dan jaringan masjid bisa diwujudkan dan dijaga. Ini akan menjadi landasan utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa dan negara lebih baik dan bermartabat sesuai tuntunan syariah.  

Akhirnya, marilah kita renungkan tentang kewajiban umat Islam hidup berjamaah secara solid  sebagai perintah Allah SWT dalam firman-Nya:

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah 71).

Baarakallahu lii walakum

Sumber : http://www.suara-islam.com

Selasa, 28 Februari 2012

Aku Seorang Muslim, TULEN!


Aku adalah Seorang Muslim Tulen
Yang kudu jalanin islam dengan paten
Dan aku merasa ini adalah sangat keren
Gimana nggak, dari Islam aku belajar untuk nggak plin-plan
Dan kudu bisa teguh dengan sebuah pegangan
Dan akidah bukanlah cuman sebagai gaya- gayaan
Dan akidah bukanlah cuma sebagai label pajangan

Islam ngedidik aku menjadi pribadi yang sip
Walaupun masih muda tapi kudu punya prinsip
Islam itu agama yang suci
Nggak boleh di nodai dengan selera yang nggak jelas dengan alasan improfisasi
Walaupun mereka mengejek aku dengan sebutan aliran keras
Andai aja mereka tahu, ini bukan keras tapi tegas
Mereka yang harusnya tanya sama diri sendiri
Tentang prinsip mereka yang dengan gampangnya bisa wara- wiri

Teman!...
Akidah adalah bukan masalah tawar-menawar
Yang kalo nggak suka, bisa dilepas dan.. ah cuma sekedar hal yang datar
Dan akidah adalah bukan masalah tawar-menawar
Yang kalo nggak suka, bisa dilepas dan.. ah cuma sekedar hal yang datar

Wahai temanku para muda,
Yang masih penuh dengan semangat didada
Apa yang sebenarnya kamu cari?
Sampai kamu menjadi tidak percaya diri
Dan akhirnya menjadi plagiat sejati
Padahal islam mengajarkan kita untuk selalu teguh hati
Memegang akidah yang benar- benar murni
Tak tercampuri kepentingan duniawi

Lalu mengapa kau relakan dirimu mengikuti tradisi orang- orang kafir?
Kamu nggak ngerti atau memang nggak mikir?
Kalo yang begitu Adalah sangat dilarang dalam islam
Kalo yang begitu adalah bisa membuat imanmu semakin kelam
kalo yang begitu adalah sesat dan menyesatkan
Kalo yang begitu adalah hal yang sungguh mengerikan

Maka jangan ganggu mereka
Jika mereka tidak dahulu mengganggu kita
Tapi juga jangan pernah ikuti mereka
Kita adalah muslim tulen
Yang seharusnya bersikap so gentlemen
Yang juga HARUS punya prinsip tegas
Nggak sekedar ikut arus yang nggak jelas!

Jangan risau dengan rejeki
Jangan risau dengan caci maki
Allah maha pembela, bagi hambanya yang bertahan
Bertahan dalam kemurnian islam dan iman
bertahan dalam akidah suci
Walau dengan itu, duniamu terasa terkunci

Allah Akan bangga kepadamu
Atas imanmu yang begitu terjaga
Dan akidahmu yang sangat berharga
Jadi Ingatlah, wahai temanku para muda...
Jangan pernah tukar Allah dengan dunia
Jangan pernah tukar Allah demi yang sedikit
Yang akhirnya hanya pasti akan buat kamu sakit
Hanya Allah yang kau punya, bahkan saat kau tidak mempunyai apa- apa lagi
Dan dijamin kau pasti tidak akan rugi
Pilihanmu adalah yang paling terbaik dan paling terpuji

Lalu mengapa kau masih merelakan dirimu mengikuti tradisi orang- orang kafir?
Kamu nggak ngerti atau memang nggak mikir?
Kalo yang begitu Adalah sangat dilarang dalam islam
Kalo yang begitu adalah bisa membuat imanmu semakin kelam
kalo yang begitu adalah sesat dan menyesatkan
Kalo yang begitu adalah hal yang sungguh mengerikan.

(NayMa/voa-islam.com)

Pede Dong Jadi Remaja MUSLIM!


Bener lho. Percaya diri itu bikin kita enjoy menikmati hidup. Bikin asyik menikmati tan-tangan dan rintangan. Percaya diri pun diyakini bisa menem-patkan kita sebagai orang yang bisa mengelola emosi. Duileee sampe segitunya ya? Bener. Sebab, ketika kita memiliki rasa percaya diri, kita tahu apa yang kudu kita lakukan. Kita bisa ngukur diri. Itu sebabnya, orang yang percaya dengan kemampuan dirinya, biasanya bakalan rileks en tanpa beban dalam berbuat. Ini, tidak saja membawa hasil maksimal, tapi juga antistres. Nggak percaya? Silakan dicoba. 
 
Sobat muda muslim, percaya diri alias pede emang kudu ditumbuh-kembangkan dalam diri kita. Kita rawat, kita bersihkan, kita poles dengan apik, dan kita sirami agar terus bersemi. Insya Allah, itu akan membuat kita tak pernah merasa terbebani. Kita akan menatap masa depan dengan penuh semangat dan tentunya tak mudah goyah dengan berbagai godaan en rayuan. Mulai dari rayuan pulau kelapa ampe rayuan gombal sekali pun. Nggak mudah percaya ama rayuan. Yakin itu.
Mungkin sebagian teman kita sutris banget pas ada yang ngata-ngatain bahwa umat Islam itu terbelakang en bodoh. Emang dalem banget en nyelekit pernyataan tersebut. Terus karena kalah mental akhirnya doi nggak pede lagi jadi seorang muslim. Jangan sampe tuh ngendon juga di jiwamu!
Padahal, cobalah kita berpikir lebih jernih. Sikap minder itu muncul justru karena kita merasa rendah diri. Merasa kerdil di hadapan orang lain. Padahal sejatinya, belum tentu orang lain lebih baik dari kita. Belum tentu pula kita lebih jelek di hadapan mereka. Itu semua adalah sekadar nilai dan cara pandang aja. Meski emang kudu ada standar nilai dan standar cara pandang yang benar.
Tapi terlepas dari salah-benar standar hidupnya, rasa percaya diri itu bisa menuntun kita lebih bijak dalam bersikap. Coba aja pikirkan. Kalo ada pernyataan seperti tadi, kamu jangan terpancing dan terbawa opini untuk ikut-ikutan merasa terbelakang, hanya karena kita sebagai muslim. Lagian pernyataan itu kan nggak sepenuhnya benar. Masih perlu diujicoba dan dibuktikan argumentasinya di lapangan. Tul nggak seh?
Mungkin benar pernyataan tersebut kalo fakta yang ditunjukkinnya adalah kaum muslimin yang berada dalam kondisi miskin dan tingkat pendidikannya rendah. Tapi kan masih ada kalangan muslim yang kaya dan jenjang pendidikannya lebih tinggi. Nah, jadi nggak perlu minder kan?
Bahkan jika pernyataan itu memojokkan kita sekali pun, bukan berarti kita pantas untuk minder en bersedih. Sebaliknya, fakta itu kita jadikan sebagai bahan renungan untuk lebih memberikan perhatian yang banyak kepada Islam dan umatnya. Tentunya, agar di kemudian hari kita lebih terhormat. Betul?
Jadi, nggak usah minder ya. Kita berjuang tanpa bosan, tanpa beban, dan tentunya tetap semangat. Buang jauh-jauh file minder van rendah diri dari daftar file di direktori otak kita. Kita cerahkan masa depan hidup kita dengan rasa percaya diri. Apalagi, kita adalah pejuang Islam, nggak pantes deh kalo kita malah nggak pede. Malu banget tuh sama jenggot yang jumlahnya cuma lima lembar itu. Heheheh (apa hubungannya ya?)
Tetep cool ya…
Wuih, cool? Emang mainnya hobi yang dingin-dingan aja ya? Kata teman saya sih, kalo kita cool berarti profesinya nggak jauh dari tukang reparasi kulkas? Hihihi.. ngaco aja ah. You pasti udah understand -lah dengan istilah cool ini.
Oke deh, kita sepakati aja dulu tentang istilah ini. Berdasarkan kamus bahasa slang yang berceceran banyak di internet, istilah cool ini muradif alias padanan katanya sama dengan asyik. Asyik? Bener. Wah, ternyata enak juga jadi remaja yang cool ya? Jadi, tetep sa'ik alias asyik dalam menjalani hidup ini. Kita bisa kok. Nggak masalah.
Sobat muda muslim, gimana dong buat yang belum pede? Kita kan pengen juga neh. Iya ya? Yang belum pede, berarti kudu belajar untuk pede. Kalo yang udah pede mah, kudu dipertahankan ya. Biar tetep pede.
Oke deh, buat kamu yang belum pede en supaya tetep cool, kita ngasih beberapa tips nih supaya bisa pede. Secara umum tapi ye. Insya Allah tetap bermanfaat kok.
Pertama , mengenali diri sendiri. Lho, emangnya ada yang masih belum kenal dengan dirinya sendiri? Wah, jangan heran Bro , banyak di antara kita yang nggak ngeh dengan diri kita sendiri. Caranya begini. Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar 'kekayaan' pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri.
Kamu kudu nyadar dengan semua aset berharga yang kamu miliki. Terus, silakan temukan pula aset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri kamu, seperti: pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain.
Kalo pengen lebih keren, bikin deh hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengem-bangan diri yang lebih realistik. Coba ye..
Kedua , menilai diri sendiri dengan jujur. Nah lho, jarang banget nih ada orang yang pandai menilai pribadinya dengan jujur. Mayoritas kalo udah bicara tentang dirinya, pasti GUE BANGET. Orang lain mah LEWAAAT. Ih, jangan sampe begitu ya.
Sobat muda muslim, sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang kamu miliki. Ingat lho, bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi (perubahan) diri sejak dulu ampe sekarang. Kalo kamu mengabaikan/meremeh-kan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu kamu menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
Oya, ati-ati lho, kerana ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik en getop, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Kalo dipiki-piki, semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidak-mampuan menghargai diri sendiri--hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri. Heuheuheu.. jangan ampe hinggap di dirimu deh!
Ketiga , berpikir positif. Cobalah kamu perangi setiap asumsi, prasangka, atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kamu. Kamu bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody's perfect dan it's okay if I made a mistake (duileee nih ngomongnya David Beckham banget).
Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang, dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Walah?
Itu sebabnya, jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan kamu. Hati-hatilah agar masa depan kamu nggak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar. Coba ya? Iya sih! (nah kalo ini Dian Sastro banget neh! Hihihi)
Keempat , boleh deh pajang slogan-slogan oke. Tempelin dekat meja belajarmu: “Saya pasti bisa!”, “Saya akan belajar dari kesalahan ini” “Hari esok milik saya”, “Islam pasti menang!”, “Aku ingin syahid”. Wis, pokoke sebanyak-banyak yang bisa menggugah semangatmu.
Kelima , berani ambil risiko. Nah, ini juga perlu kamu kembangkan. Hidup ini selalu berubah sobat. Seringjkali bahkan kudu berani ngambil risiko. Kami nggak perlu menghindari setiap risiko, melain-kan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi risiko tersebut.
Contohnya, kamu nggak perlu menyenangkan orang lain untuk meng-hindari risiko ditolak. Jika kamu ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada risiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju berkembang dengan mengambil risiko. Ingat: No Risk, No Gain. Huhuy!
Keenam , tetapkan tujuan yang realistis. Nah, ini perlu sobat. Kamu perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang kamu tetapkan selama ini; apakah tujuan tersebut sudah realistik atau nggak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan kamu dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.
Ketujuh , bersyukur dan tawakal. Wajib deh buat kita semua untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Kita kadang sulit menghadapi hidup ini, tapi dengan banyak bersyukur, pikiran dan perasaan kita jadi lebih tenang menghadapinya.
Moga beberapa tips yang berhasil saya ramu dari berbagai pendapat ini bisa bikin kamu tambah pede en tentunya tetep cool ya.
Islam bikin kita pede
Ada beberapa alasan yang sebenarnya bisa bikin kita pede dengan jadi muslim. Islam, agama kita, memiliki banyak kelebihan yang bisa dibanggakan. Dan tentunya bisa bikin pede dong. Jadi bener ya, kalo kita kenal dengan agama kita sendiri, dan tahu apa aja kelebihan-nya, insya Allah bikin pede.
Pertama , Islam mengajarkan bahwa tuhan kita adalah Allah. Maha segalanya. Tuhan yang lain mah lewaat deh. Firman Allah Swt.: “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS al-Ikhlas [112]: 1-4)
Insya Allah ini juga bisa bikin kita pede. Kepada siapa lagi coba kita akan menyembah kecuali kepada Allah? Betul?
Kedua , Islam juga punya al-Quran. Ini benar-benar the amazing book . Pedoman hidup kita dari masalah yang kecil ampe yang besar. Mulai soal bersuci sampe pemerintahan dan negara. Wuih, mana ada kitab lain yang bisa begitu? Wah bener-bener bikin pede dan membanggakan banget.
Sampe-sampe W.E. Hocking berkomen-tar, “Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat dikata­kan, bahwa hingga pertengahan abad ke tiga­belas, Islam-lah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” ( The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461 )
Ketiga, kita punya nabi yang dikagumi orang sejagat. Rasulullah saw. diakui oleh kawan dan lawannya. Penulis buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia , Michael Hart, menyebutkan, “Dia (Muhammad saw.) adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia lebih dari Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini.”
Oke deh, paling nggak itu beberapa alasan kenapa kita kudu pede jadi remaja muslim. Yuk, kita sama-sama membangun rasa percaya diri dan mempertahankannya.Kita bisa mencoba mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu lama lagi. Apalagi, kita sebagai remaja muslim dan juga pengemban dakwah. Kalo sampe nggak pede, aduh, malu atuh!