
"Mereka memukuli orang dan menodai tempat suci. Mereka mengabaikan
kesopanan dan kesusilaan manusia," Adnan al-Husseini, pejabat tinggi
Wakf Muslim, mengatakan kepada IslamOnline.net.
"Mereka mengepung Masjid Aqsha dan mencegah umat Islam mendekati
tempat itu."
Menurut saksi mata, sedikitnya 10 warga Palestina terluka, beberapa
parah, sementara yang lain menderita iritasi karena gas air mata.
Sebanyak 20 warga Palestina ditangkap.
Syeikh Muhammad Hussein, seorang ulama terkemuka dan pemimpin agama,
menggambarkan situasi di Al-Aqsa sangat berbahaya. "Para tentara Israel
menyerang semua orang, termasuk perempuan dan anak-anak," katanya.
Sebelumnya, para pemimpin Muslim mendesak umat Islam untuk
berbondong-bondong mendatangi Masjid Al-Aqsa, yang saat ini dijadikan
incaran utama Yahudi. Panggilan itu disampaikan melalui pengeras suara
di kompleks Aqsha, membuat penjajah Israel menghentikan pasokan listrik
ke masjid-masjid di daerah tersebut.
Selamatkan Al-Aqsa
Palestina menuduh pasukan pendudukan Israel dan para ekstrimis Yahudi
bermain dengan api.
"Mereka berusaha untuk membuktikan bahwa mereka adalah penguasa di
sini, atau mereka memiliki kedaulatan atas tempat suci kami," kata
Hussein. "Tapi ini merupakan tempat suci Islam. Ini selalu seperti ini
dan akan selalu seperti ini. "
Al-Aqsa adalah kiblat Muslim pertama kiblat dan merupakan bangunan
suci ketiga setelah Ka `bah di Mekah dan Mesjid Nabi Muhammad di
Madinah, Arab Saudi.
Al-Husseini menyerukan kepada seluruh dunia untuk bahu-membahu
menghentikan "agresi kurang ajar Israel ini kepada Islam dan
tempat-tempat suci Islam. "Apa yang terjadi hari ini di Masjid Al-Aqsa
belum pernah terjadi sebelumnya, dalam hal tidak menghormati kesucian
tempat itu," ia berkeluh kesah. "Israel berusaha terus untuk menabur
ketegangan dan teror dan ketika umat Islam memprotes agresi Israel,
Israel mengklaim bahwa umat Islam membesar-besarkan masalah di luar
proporsional."
"Dan jika umat Islam, pemerintah dan bangsa, tidak bergerak cepat
untuk menghentikan Israel, mungkin besok terlambat." (sa/iol)
Sumber: www.eramuslim.com
0 komentar:
Posting Komentar
1. Jika Anda ingin berkomentar dengan menggunakan Account E-Mail Anda, silahkan pilih Profile E-Mail
2. Jika Anda ingin berkomentar dengan menggunakan Nama dan URL Anda, silahkan pilih Name/URL
3. Jika Anda ingin berkomentar tanpa diketahui nama Anda, silahkan pilih Anonymous