+ Huruf Lebih Besar | -Huruf Lebih Kecil

WELCOME

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas diluncurkannya Weblog ROHIS SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung. Mengingat begitu cepatnya perkembangan IPTEK khususnya dibidang...

Selasa, 18 September 2012

Tragisnya Larangan Salat Jumat bagi Para Pekerja



BAGI umat muslim terutama yang berjenis kelamin pria, tentu tidak asing lagi dengan ibadah salat yang rutin dilaksanakan sekali dalam seminggu. Beberapa di antaranya yang anak rantau atau beberapa kali pindah domisili atau pekerjaan, pastilah punya kenangan demi kenangan tertentu di masjid-masjid yang pernah dipijak. Itulah salah satu keindahan salat Jumat. Ketika sesama umat muslim, kita semua berkumpul dalam satu masjid. Namun apa jadinya jika satu perusahaan memberlakukan larangan melakukan salat Jumat?
Sekilas tentang Salat Jumat
Salat Jumat hanya boleh dilakukan lelaki muslim dan dilakukan berjamaah. Dalam praktiknya, para lelaki ini harus menyegerakan pergi ke masjid. Biasanya jam setengah sebelas, jika waktu zuhur dimulai jam 12, masjid sudah lumayan penuh. Tapi lebih para jamaah datang sepuluh atau lima menit sebelum waktu zuhur dimulai.
Sebelum salat Jumat, lelaki muslim disunahkan untuk mandi, berpakaian rapi dan memakai wewangian (non-alkohol). Biasnya pula aksi mencukur bulu-bulu cinta atau potong kuku, dilakukan di hari ini. Usai itu, ketika sampai di masjid, disunahkan untuk salat sunah dua rakaat. Lalu khatib memberi salam sekira sekian detik, kemudian jamaaah mendengarkan kumandang azan dari muazin sebagai tanda tiba waktu zuhur. Usai itu khatib memberi ceramah yang durasinya kira-kira 10-15 menit. Usai itu muazin melakukan iqamat atau pemanggilan salat berjamaah, dan salat dua rakaat pun berlangsung secara berjamaah.
Usai ini disunahkan para jamaah untuk bersalawat dan berdoa. Pada kenyataannya karena kesibukan, para jamaah hanya berada di masjid sekira dua menit usai salat jamaah dilakukan.
Masjid-Masjid yang Paling Dikenang
- Masjid sekolah. Bagaimana tidak, selama tiga tahun berada di tempat dan melakukan aktivitas yang sama, kami wajib salat Jumat di masjid tersebut. Ketika anak-anak SMP dan SMA juga para guru berkumpul dalam jajaran saf. Yang unik, waktu salat Jumat di sekolah saya terbilang amat singkat. Tidak heran karena masjid sudah mulai penuh satu jam sebelum waktu zuhur dimulai. Tidak heran pula kami yang SMA cepat pulang dan kerap kali menemukan masjid di areal sekolah yang masih melakukan ibadah salat dua rakaat tersebut.
- Masjid di Ledeng. Masjid ini tidak terlalu besar dan terletak di ‘bukit’. Kami harus menaiki anak tangga yang lumayan banyak untuk sampai ‘ke atas’, maklum masjid itu berada di dataran yang lebih tinggi. Itulah masjid satu-satunya yang dekat dengan areal kos yang terletak di tempat saya tinggal. Sebenarnya ada masjid yang berada tepat di Terminal Ledeng, namun itu cukup jauh.
- Musala SMP. Dulu kalau sekolah siang, enggak banyak anak yang lebih memilih singgah di musala untuk salat Ashar. Saya adalah salah satu anak yang sengaja pergi ke musala. Selain untuk ‘menyepi’ sekalian buat ibadah juga, kan? Yang paling enak saat salat Jumat berlangsung di sana. Anak-anak SMA dan SMP berkumpul dalam saf. Yang SMP tentu saja wajib pakai sarung yang dibawa dari rumah. Mereka kan pakai celana pendek. Makanya tiap sekolah siang, saya selalu bawa sarung.
Yang Unik dan Menggelitik Saat Salat Jumat Berlangsung
- Masih ingat dengan style emo yang sempat menjadi tren di media era 2000-an? Mulai dari rambut zigzag, pakaian cungkring yang ngepas banget, sampai celana pensil. Nah, kayaknya enggak masalah jika gaya ini diterapkan pada pemuda yang kerempeng atau punya tubuh yang biasa aja. Lalu bagaimana jika yang chubby atau agak gemuk melakukannya?
Pada suatu Zuhur di masjid kampus, di hadapan saya muncullah sosok lelaki dengan jeans ketat dan pinggang yang lebar. Ketika dia melakukan salat sunat tahiyatul Masjid, lipatan bokongnya amat terlihat jelas kala dia duduk di antara dua sujud. Ini tentu pemandangan yang amat mengganggu.

- Di beberapa masjid, keberadaan anak-anak sebenarnya cukup mengganggu. Anak-anak seumuran SD ini lebih sering duduk di saf paling belakang dan bebas mengobrol saat khatib berkotbah. Sebenarnya sudah menjadi kewajiban bagi muslim yang dewasa di jajaran yang sama untuk memberi nasihat. Tapi kemudian hal ini menjadi lumrah dan terjadi di masjid-masjid perkampungan padat penduduk. Yah, namanya juga anak kecil. Meski akan lebih baik jika mereka lebih dinasihati dan tidak bercanda saat berada dalam masjid.

- Terkadang saya menemukan anak lima tahunan jalan-jalan saat salat Jumat dua rakaat berlangsung. Sudah tiga kali hal itu berulang di masjid padat penduduk di tempat saya tinggal. Namun beruntung, hal itu tidak berulang kembali. Ini bagus karena jika anak kecil itu dibiarkan, maka yang berdosa adalah orang tuanya.

- Yang menggelikan dari masjid di kompleks perumahan yang baru saya tempati, adalah banyaknya koropak yang biasa di-estafetkan para jamaah kala menunggu tibanya salat Jumat. Koropak adalalah kotak sumbangan yang terbuat dari kayu dan mirip celengan. Ada sekira tiga koropak yang diestafetkan, membuat saya yang baru mencicipi masjid tersebut tergelak. Ada yang bertuliskan sumbangan untuk kompleks perumahan, untuk yayasan. Wah, sebaiknya sih, koropak hanya satu dan ditujukan untuk masjid yang bersangkutan saja. Kalaupun banyak koropak, itu pun khusus untuk masjid besar yang terdiri dari dua lantai.

Nah, masalahnya kompleks perumahan yang saya tinggali adalah orang-orang yang lumayan berada. Beberapa di antara mereka bahkan punya kendaraan, sekarang apa urgensinya pakai koropak untuk meminta sumbangan yang diestafetkan dalam masjid? Tapi siapa tahu duit itu mungkin akan disumbangkan ke orang-orang fakir miskin dan anak yatim. Sementara untuk para jamaah, jika niatnya untuk bersedekah, maka itulah pahala yang mereka dapatkan. Tidak ada sangkutpautnya dengan urusan: ‘mau dikemanakan uang itu’.

- Di masjid tempat anak-anak kos bernaung, atau di masjid manapun yang dekat dengan areal perkantoran, pabrik, atau kampus, pastilah pernah merasakan salat di luar areal masjid. Sampai-sampai harus menggulung tikar bahkan koran di luar areal masjid. Hal ini menjadi pemandangan yang biasa. Seperti yang juga pernah saya alami. Saat itu cuaca mendung, dan kami sampai kebasahan karena gerimis. Namun beruntung, Allah tidak mengguyur hujan ketika salat Jumat berlangsung. Baru ketika salat Jumat berakhir, hujan deras pun datang.

- Mengantuk adalah hal yang biasa dirasakan para jamaah. Jadi terkadang khotbah dari khatib tidak didengarkan secara  baik. Hal ini lumrah saja, masalahnya udara siang bolong memang bikin kita mengantuk. Bahkan lebih sering ada yang tidur ayam. Sebaiknya sih, tetap berzikir atau mendengarkan ceramah. Meski demikian mengantuk manusiawi,kok. Asal jangan jadi kebiasaan aja, Heuheu =3=’

- Dulu pas masih kecil, setiap anak lelaki terbiasa salat jumat dan ribut di saf paling belakang. Makanya saya lebih nyaman, duduk di tengah saja. Nah, pas giliran enggak kebagian tempat dan mau enggak mau duduk di belakang, diusilin deh. Saat salat tahiyatul Masjid, sarung yang saya kenakan dipelorotin. Akhirnya terlihatlah burung itu. Maklumlah, kalau bocah SD kadang suka malas pake celana dalem. =.=’

Tragisnya Larangan Salat Jumat bagi Para Pekerja

Miris juga, masa ibadah umat muslim harus dibatasi demi kepentingan kapitalisme alias duniawi? Meski masyarakat Indonesia sudah mafhum adanya kelonggaran waktu khusus di hari Jumat yang diterapkan oleh banyak pabrik dan perusahaan, tetap saja ada tempat bekerja yang membatasi karyawan/pekerjanya untuk melakukan salat Jumat. Miris sekali, ya? Padahal beribadah itu adalah bagian dari hak asasi manusia.

Dua hari yang lalu saya menemukan kabar di media massa online, ketika 30 karyawan Toko HF di Jalan Semarang, Surabaya, akhirnya dipecat pasca larangan salat Jumat yang tidak dipedulikan para pekerja muslim. Yang lebih miris, pekerja non-muslim yang memperjuangkan hal salat Jumat bagi rekannya yang lain agama, juga ikut dipecat. Para pekerja itu kini mengadu ke disnaker setempat.
Sementara bagian HRD Toko HF yang bersangkutan berkilah bahwa apa yang terjadi hanya sebuah kesalahpahaman. Perusahaan hanya ingin pekerjaan tetap berjalan pada hari Jumat, namun mekanismenya memang bermasalah.Mekanisme di sini adalah pembagian jadwal salat Jumat yang harus dilakukan para pekerja. Misalnya minggu pertama, yang boleh salat Jumat ada 10 orang, minggu selanjutnya ada 7 orang. Ini membuat satu orang pekerja hanya bisa melakukan salat Jumat sebanyak dua kali dalam sebulan. Wah, bagaimana bisa?
Salat Jumat Wajib Hukumnya
Salat Jumat wajib dilakukan bagi muslim laki-laki sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Surat Al Jumu’ah ayat 9 yang artinya:”Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, dan itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (QS 62: 9)

Salat Jumat tidak diwajibkan untuk perempuan muslim, anak-anak, hamba sahaya, dan orang yang sakit. Lalu bagaimana jika seorang muslim sengaja melalaikan kewajiban salat? Menurut hadis HR, Muslim: ” “Hendaklah orang-orang itu berhenti dari meninggalkan salat Jum’at atau kalau tidak, Allah akan menutup hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang yang lalai.”

Nah, jadi untuk teman-teman yang muslim dan berbatang, adalah wajib hukumnya untuk datang ke masjid. Apalagi untuk para lelaki yang karena kesibukan atau rasa ‘malas’ terbiasa salat sendiri dan kurang berinteraksi di masjid. Itulah gunanya salat yang diwajibkan ini. Agar bagaimanapun, kita bisa ngeh diri sebagai makhluk sosial. Istilahnya paling enggak, satu minggu sekali kita ke masjid dan bersilaturahmi. Tak saling mengenal dan tak ada tegur sapa memang, tapi begitulah cara mereka dipertemukan sebagai sesama saudara.

Sumber : edukasi.kompasiana.com

Senin, 30 April 2012

Membangun Generasi Umat Pemakmur Masjid

Kaum muslimin rahimakumullah

Allah SWT berfirman: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At Taubah 18).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam ayat di atas Allah SWT menerangkan sifat-sifat khas para pemakmur masjid-masjid Allah adalah orang-orang yang bernar-benar beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, menegakkan sholat, membayar zakat, dan tidak takut siapapaun selain Allah SWT.  

Az Zuhaili dalam tafsirnya mengatakan bahwa yang berhak memakmurkan masjid adalah orang-orang yang benar imannya kepada Allah, mengakui keberadaan dan keesaan-Nya, beribadah dan bertawakkal hanya kepada-Nya, juga beriman kepada hari kiamat dimana Allah akan menghisab seluruh hamba-Nya, membalas orang-orang baik dengan pahala dan menyiksa orang-orang yang buruk. Selain itu, mereka menegakkan sholat dengan menyempurnakan syarat dan rukunnya serta mentaddaburi seluruh bacaan dzikir dalam tiap gerakan sholat maupun bacaan tilawah Al Quran dalam tiap rakaatnya. Mereka mempunyai sifat khusyu’ kepada Allah, membayar zakat kepada orang-orang yang berhak (mustahiq zakat) seperti kaum fakir miskin dan ibnu sabil, yakni orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan mereka.  Mereka tidak takut kepada siapapun kecuali hanya kepada Allah. Dia tidak takut kepada patung-patung berhala dan siapa saja yang diagungkan. Mereka inilah yang bisa diharapkan menjadi orang-orang yang mendapatkan petunjuk kepada kebaikan selamanya, kepada apa yang dicintai dan diridloi Allah.

Al Baghawy dalam tafsirnya mengatakan bahwa orang yang memakmurkan masjid itu hanyalah orang yang telah disebut dalam ayat di atas dan dia tidak takut kepada siapapun dalam urusan dinul Islam.   Juga dia tidak meninggalkan perintah Allah maupun larangan-Nya karena takut kepada yang lain. Mereka itulah orang yang berpegang teguh dengan ketaatan kepada Allah yang mengantarkan kepada al Jannah. Imam Ahmad meriwayatkan suatu hadits dari Abu Said al Khudry bahwa Nabi saw. bersabda: “Jika kalian melihat seorang yang biasa mendatangi masjid-masjid  maka saksikan bahwa dia beriman”.

Kaum muslimin rahimakumullah,


Untuk membangun generasi umat pemakmur masjid hari ini, maka perlu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama,  DKM Masjid dan Musholla memulai membangun tradisi khusus sholat subuh berjamaah, yang disusul dengan kuliah tafsir, aqidah, fiqih singkat sekitar 15 menit dan Tanya jawab hingga total 30 menit, lalu dilanjutkan dengan pertemuan ukhuwah untuk membahas berbagai masalah yang sedang dihadapi jamaah Masjid/Musholla untuk dibantu diselesaikan secara riil, seperti masalah ekonomi atau yang lain, atau mengunjungi yang sedang sakit sehingga tidak datang sholat berjamaah.  Tujuannya adalah konsolidasi jamaah pemakmur masjid dan mewujudkan ukhuwah Islamiyyah secara riil.

Kedua,
untuk menambah wawasan, kualitas jamaah dan ukhuwah Islamiyyah yang lebih luas, perlu diadakan kuliah subuh gabungan untuk tingkat kelurahan yang merupakan gabungan beberapa masjid dan musolla. Dan setiap enam bulan sekali kuliah subuh gabungan sekecamatan. Untuk itu bisa diundang para tokoh umat dan ulama yang memiliki kualifikasi yang bagus sehingga tujuan tersebut bisa dicapai. 

Kaum muslimin rahimakumullah,

Untuk meningkatkan kekuatan dan kekompokan umat Islam berbasis masjid sebagai kekuatan umat di akar rumput, harus diperhatikan konsolidasi pemikiran, perasaan, dan gerak berjamaah dengan kesatuan gerak dasar, yakni :
(1) Perkuat aqidah dengan penanaman cinta kepada Allah (hubbullah) dan cinta kepada Rasul (hubbur Rasul) melalui pendekatan qira’atul Quran dan Kajian Sirah/Hadits serta pensucian jiwa tauhid;

(2)  Memakmurkan Masjid dan musholla dengan sholat berjamaah lima waktu, wabil khusus sholat Subuh yang dilanjutkan dengan kajian dan bahas masalah riil ummat;

(3) Membiasakan dan menggemarkan bayar shodaqoh dan infak perjuangan untuk membiayai gerakan dakwah sebagai dasar kebiasaan bayar zakat kepada negara yang konsisten menerapkan syariah. Shodaqoh yang dibayarkan dikumpulkan di masjid untuk dana ukhuwah Islamiyyah untuk menyelesaikan problem-problem jamaah serta membiayai kegiatan gerakan dakwah di tingkat masjid tersebut dan surplusnya sebagian bisa dikirim ke masjid tingkat kelurahan atau kecamatan untuk dikelola gerakan dakwah di tingkat Kota/Kabupaten. Dengan pola penggalangan dana mandiri ini insyaallah kekuatan dan independensi gerakan dakwah umat Islam bisa diwujudkan. 

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam konsolidasi ini bagus direnungkan gambaran soliditas para pejuang Islam generasi pertama, yakni kaum Muhajirin dan Anshar sebagaimana firman Allah SWT:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi…” (QS. Al Anfal 72).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dengan istiqomahnya umat memakmurkan masjid dan konsolidasi jamaah masjid serta jaringan antar masjid, insyaallah ukhuwah Islamiyyah diwujudkan secara nyata dan jamaah umat Islam betul-betul solid dan mampu mengemban tugas-tugas dakwah dan amar makmur nahi mungkar. Minimal ketertiban masyarakat yang ahli ibadah, memakmurkan masjid, dan membersihkan lingkungan dari segala kemaksiatan di seputar masjid dan jaringan masjid bisa diwujudkan dan dijaga. Ini akan menjadi landasan utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa dan negara lebih baik dan bermartabat sesuai tuntunan syariah.  

Akhirnya, marilah kita renungkan tentang kewajiban umat Islam hidup berjamaah secara solid  sebagai perintah Allah SWT dalam firman-Nya:

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah 71).

Baarakallahu lii walakum

Sumber : http://www.suara-islam.com

Selasa, 28 Februari 2012

Aku Seorang Muslim, TULEN!


Aku adalah Seorang Muslim Tulen
Yang kudu jalanin islam dengan paten
Dan aku merasa ini adalah sangat keren
Gimana nggak, dari Islam aku belajar untuk nggak plin-plan
Dan kudu bisa teguh dengan sebuah pegangan
Dan akidah bukanlah cuman sebagai gaya- gayaan
Dan akidah bukanlah cuma sebagai label pajangan

Islam ngedidik aku menjadi pribadi yang sip
Walaupun masih muda tapi kudu punya prinsip
Islam itu agama yang suci
Nggak boleh di nodai dengan selera yang nggak jelas dengan alasan improfisasi
Walaupun mereka mengejek aku dengan sebutan aliran keras
Andai aja mereka tahu, ini bukan keras tapi tegas
Mereka yang harusnya tanya sama diri sendiri
Tentang prinsip mereka yang dengan gampangnya bisa wara- wiri

Teman!...
Akidah adalah bukan masalah tawar-menawar
Yang kalo nggak suka, bisa dilepas dan.. ah cuma sekedar hal yang datar
Dan akidah adalah bukan masalah tawar-menawar
Yang kalo nggak suka, bisa dilepas dan.. ah cuma sekedar hal yang datar

Wahai temanku para muda,
Yang masih penuh dengan semangat didada
Apa yang sebenarnya kamu cari?
Sampai kamu menjadi tidak percaya diri
Dan akhirnya menjadi plagiat sejati
Padahal islam mengajarkan kita untuk selalu teguh hati
Memegang akidah yang benar- benar murni
Tak tercampuri kepentingan duniawi

Lalu mengapa kau relakan dirimu mengikuti tradisi orang- orang kafir?
Kamu nggak ngerti atau memang nggak mikir?
Kalo yang begitu Adalah sangat dilarang dalam islam
Kalo yang begitu adalah bisa membuat imanmu semakin kelam
kalo yang begitu adalah sesat dan menyesatkan
Kalo yang begitu adalah hal yang sungguh mengerikan

Maka jangan ganggu mereka
Jika mereka tidak dahulu mengganggu kita
Tapi juga jangan pernah ikuti mereka
Kita adalah muslim tulen
Yang seharusnya bersikap so gentlemen
Yang juga HARUS punya prinsip tegas
Nggak sekedar ikut arus yang nggak jelas!

Jangan risau dengan rejeki
Jangan risau dengan caci maki
Allah maha pembela, bagi hambanya yang bertahan
Bertahan dalam kemurnian islam dan iman
bertahan dalam akidah suci
Walau dengan itu, duniamu terasa terkunci

Allah Akan bangga kepadamu
Atas imanmu yang begitu terjaga
Dan akidahmu yang sangat berharga
Jadi Ingatlah, wahai temanku para muda...
Jangan pernah tukar Allah dengan dunia
Jangan pernah tukar Allah demi yang sedikit
Yang akhirnya hanya pasti akan buat kamu sakit
Hanya Allah yang kau punya, bahkan saat kau tidak mempunyai apa- apa lagi
Dan dijamin kau pasti tidak akan rugi
Pilihanmu adalah yang paling terbaik dan paling terpuji

Lalu mengapa kau masih merelakan dirimu mengikuti tradisi orang- orang kafir?
Kamu nggak ngerti atau memang nggak mikir?
Kalo yang begitu Adalah sangat dilarang dalam islam
Kalo yang begitu adalah bisa membuat imanmu semakin kelam
kalo yang begitu adalah sesat dan menyesatkan
Kalo yang begitu adalah hal yang sungguh mengerikan.

(NayMa/voa-islam.com)

Pede Dong Jadi Remaja MUSLIM!


Bener lho. Percaya diri itu bikin kita enjoy menikmati hidup. Bikin asyik menikmati tan-tangan dan rintangan. Percaya diri pun diyakini bisa menem-patkan kita sebagai orang yang bisa mengelola emosi. Duileee sampe segitunya ya? Bener. Sebab, ketika kita memiliki rasa percaya diri, kita tahu apa yang kudu kita lakukan. Kita bisa ngukur diri. Itu sebabnya, orang yang percaya dengan kemampuan dirinya, biasanya bakalan rileks en tanpa beban dalam berbuat. Ini, tidak saja membawa hasil maksimal, tapi juga antistres. Nggak percaya? Silakan dicoba. 
 
Sobat muda muslim, percaya diri alias pede emang kudu ditumbuh-kembangkan dalam diri kita. Kita rawat, kita bersihkan, kita poles dengan apik, dan kita sirami agar terus bersemi. Insya Allah, itu akan membuat kita tak pernah merasa terbebani. Kita akan menatap masa depan dengan penuh semangat dan tentunya tak mudah goyah dengan berbagai godaan en rayuan. Mulai dari rayuan pulau kelapa ampe rayuan gombal sekali pun. Nggak mudah percaya ama rayuan. Yakin itu.
Mungkin sebagian teman kita sutris banget pas ada yang ngata-ngatain bahwa umat Islam itu terbelakang en bodoh. Emang dalem banget en nyelekit pernyataan tersebut. Terus karena kalah mental akhirnya doi nggak pede lagi jadi seorang muslim. Jangan sampe tuh ngendon juga di jiwamu!
Padahal, cobalah kita berpikir lebih jernih. Sikap minder itu muncul justru karena kita merasa rendah diri. Merasa kerdil di hadapan orang lain. Padahal sejatinya, belum tentu orang lain lebih baik dari kita. Belum tentu pula kita lebih jelek di hadapan mereka. Itu semua adalah sekadar nilai dan cara pandang aja. Meski emang kudu ada standar nilai dan standar cara pandang yang benar.
Tapi terlepas dari salah-benar standar hidupnya, rasa percaya diri itu bisa menuntun kita lebih bijak dalam bersikap. Coba aja pikirkan. Kalo ada pernyataan seperti tadi, kamu jangan terpancing dan terbawa opini untuk ikut-ikutan merasa terbelakang, hanya karena kita sebagai muslim. Lagian pernyataan itu kan nggak sepenuhnya benar. Masih perlu diujicoba dan dibuktikan argumentasinya di lapangan. Tul nggak seh?
Mungkin benar pernyataan tersebut kalo fakta yang ditunjukkinnya adalah kaum muslimin yang berada dalam kondisi miskin dan tingkat pendidikannya rendah. Tapi kan masih ada kalangan muslim yang kaya dan jenjang pendidikannya lebih tinggi. Nah, jadi nggak perlu minder kan?
Bahkan jika pernyataan itu memojokkan kita sekali pun, bukan berarti kita pantas untuk minder en bersedih. Sebaliknya, fakta itu kita jadikan sebagai bahan renungan untuk lebih memberikan perhatian yang banyak kepada Islam dan umatnya. Tentunya, agar di kemudian hari kita lebih terhormat. Betul?
Jadi, nggak usah minder ya. Kita berjuang tanpa bosan, tanpa beban, dan tentunya tetap semangat. Buang jauh-jauh file minder van rendah diri dari daftar file di direktori otak kita. Kita cerahkan masa depan hidup kita dengan rasa percaya diri. Apalagi, kita adalah pejuang Islam, nggak pantes deh kalo kita malah nggak pede. Malu banget tuh sama jenggot yang jumlahnya cuma lima lembar itu. Heheheh (apa hubungannya ya?)
Tetep cool ya…
Wuih, cool? Emang mainnya hobi yang dingin-dingan aja ya? Kata teman saya sih, kalo kita cool berarti profesinya nggak jauh dari tukang reparasi kulkas? Hihihi.. ngaco aja ah. You pasti udah understand -lah dengan istilah cool ini.
Oke deh, kita sepakati aja dulu tentang istilah ini. Berdasarkan kamus bahasa slang yang berceceran banyak di internet, istilah cool ini muradif alias padanan katanya sama dengan asyik. Asyik? Bener. Wah, ternyata enak juga jadi remaja yang cool ya? Jadi, tetep sa'ik alias asyik dalam menjalani hidup ini. Kita bisa kok. Nggak masalah.
Sobat muda muslim, gimana dong buat yang belum pede? Kita kan pengen juga neh. Iya ya? Yang belum pede, berarti kudu belajar untuk pede. Kalo yang udah pede mah, kudu dipertahankan ya. Biar tetep pede.
Oke deh, buat kamu yang belum pede en supaya tetep cool, kita ngasih beberapa tips nih supaya bisa pede. Secara umum tapi ye. Insya Allah tetap bermanfaat kok.
Pertama , mengenali diri sendiri. Lho, emangnya ada yang masih belum kenal dengan dirinya sendiri? Wah, jangan heran Bro , banyak di antara kita yang nggak ngeh dengan diri kita sendiri. Caranya begini. Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar 'kekayaan' pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri.
Kamu kudu nyadar dengan semua aset berharga yang kamu miliki. Terus, silakan temukan pula aset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri kamu, seperti: pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain.
Kalo pengen lebih keren, bikin deh hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengem-bangan diri yang lebih realistik. Coba ye..
Kedua , menilai diri sendiri dengan jujur. Nah lho, jarang banget nih ada orang yang pandai menilai pribadinya dengan jujur. Mayoritas kalo udah bicara tentang dirinya, pasti GUE BANGET. Orang lain mah LEWAAAT. Ih, jangan sampe begitu ya.
Sobat muda muslim, sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang kamu miliki. Ingat lho, bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi (perubahan) diri sejak dulu ampe sekarang. Kalo kamu mengabaikan/meremeh-kan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu kamu menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
Oya, ati-ati lho, kerana ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik en getop, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Kalo dipiki-piki, semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidak-mampuan menghargai diri sendiri--hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri. Heuheuheu.. jangan ampe hinggap di dirimu deh!
Ketiga , berpikir positif. Cobalah kamu perangi setiap asumsi, prasangka, atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kamu. Kamu bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody's perfect dan it's okay if I made a mistake (duileee nih ngomongnya David Beckham banget).
Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang, dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Walah?
Itu sebabnya, jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan kamu. Hati-hatilah agar masa depan kamu nggak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar. Coba ya? Iya sih! (nah kalo ini Dian Sastro banget neh! Hihihi)
Keempat , boleh deh pajang slogan-slogan oke. Tempelin dekat meja belajarmu: “Saya pasti bisa!”, “Saya akan belajar dari kesalahan ini” “Hari esok milik saya”, “Islam pasti menang!”, “Aku ingin syahid”. Wis, pokoke sebanyak-banyak yang bisa menggugah semangatmu.
Kelima , berani ambil risiko. Nah, ini juga perlu kamu kembangkan. Hidup ini selalu berubah sobat. Seringjkali bahkan kudu berani ngambil risiko. Kami nggak perlu menghindari setiap risiko, melain-kan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi risiko tersebut.
Contohnya, kamu nggak perlu menyenangkan orang lain untuk meng-hindari risiko ditolak. Jika kamu ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada risiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju berkembang dengan mengambil risiko. Ingat: No Risk, No Gain. Huhuy!
Keenam , tetapkan tujuan yang realistis. Nah, ini perlu sobat. Kamu perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang kamu tetapkan selama ini; apakah tujuan tersebut sudah realistik atau nggak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan kamu dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.
Ketujuh , bersyukur dan tawakal. Wajib deh buat kita semua untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Kita kadang sulit menghadapi hidup ini, tapi dengan banyak bersyukur, pikiran dan perasaan kita jadi lebih tenang menghadapinya.
Moga beberapa tips yang berhasil saya ramu dari berbagai pendapat ini bisa bikin kamu tambah pede en tentunya tetep cool ya.
Islam bikin kita pede
Ada beberapa alasan yang sebenarnya bisa bikin kita pede dengan jadi muslim. Islam, agama kita, memiliki banyak kelebihan yang bisa dibanggakan. Dan tentunya bisa bikin pede dong. Jadi bener ya, kalo kita kenal dengan agama kita sendiri, dan tahu apa aja kelebihan-nya, insya Allah bikin pede.
Pertama , Islam mengajarkan bahwa tuhan kita adalah Allah. Maha segalanya. Tuhan yang lain mah lewaat deh. Firman Allah Swt.: “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS al-Ikhlas [112]: 1-4)
Insya Allah ini juga bisa bikin kita pede. Kepada siapa lagi coba kita akan menyembah kecuali kepada Allah? Betul?
Kedua , Islam juga punya al-Quran. Ini benar-benar the amazing book . Pedoman hidup kita dari masalah yang kecil ampe yang besar. Mulai soal bersuci sampe pemerintahan dan negara. Wuih, mana ada kitab lain yang bisa begitu? Wah bener-bener bikin pede dan membanggakan banget.
Sampe-sampe W.E. Hocking berkomen-tar, “Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat dikata­kan, bahwa hingga pertengahan abad ke tiga­belas, Islam-lah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” ( The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461 )
Ketiga, kita punya nabi yang dikagumi orang sejagat. Rasulullah saw. diakui oleh kawan dan lawannya. Penulis buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia , Michael Hart, menyebutkan, “Dia (Muhammad saw.) adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia lebih dari Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini.”
Oke deh, paling nggak itu beberapa alasan kenapa kita kudu pede jadi remaja muslim. Yuk, kita sama-sama membangun rasa percaya diri dan mempertahankannya.Kita bisa mencoba mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu lama lagi. Apalagi, kita sebagai remaja muslim dan juga pengemban dakwah. Kalo sampe nggak pede, aduh, malu atuh!

Kamis, 09 Februari 2012

Jangan Mau Jadi Akhwat Lebay dan Ikhwan TP


Pada mulanya mungkin kita tak tahu
ini menjadi alasan
tapi suasana membuat kita, keasyikan
dalam jebakan semu syaithan ini

ujung semua ini adalah kekecewaan
sementara prosesnya di sebut
membuka tabir kemuliaan seorang Aktivis Dakwah?

disini menguak pertanyaan besar ?
apa bedanya kalau begini antara Kader Dakwah dan Orang Awam ????

AKHWAT LEBAY

ini adalah suasana jiwa, yang terlalu berlebihan dalam bersikap...
kita menyadari, seorang wanita
siapapun dia, membutuhkan lebih banyak bicara
bahasa lain dari itu semua adalah
butuh di dengar !!!
baik yang sudah menikah atau pun belum.

maka ketika Facebook
menyediakan fitur fasilitas itu
maka di setiap mata kita melihat
betapa banyak para muslimah
yang mengeluarkan isi hatinya di status facebooknya

pasti !!!
ada kedustaan disana
karena ada sejuta niat
ingin di perhatikan ini landasan niatnya

masalahnya adalah
berlebihan itu
sehingga melepas tabir kemuliaan seorang muslimah
lalu dimana rasa malu itu??
maka jika di biarkan
ini akan menjadi karakter
yang menodai jejak perjalanan
generasi dakwah abad ini,
untuk mencapai cita mega proyek dakwah

Berlebih-lebihan adalah kesalahan
yang merusak citra baik
seorang muslimah

akhwat lebay.....?
adalah beban dalam dinamika dakwah

Maka Jangan Mau Jadi Akhwat Lebay !!!!!

IKHWAN TP (Tebar Pesona)

Ini bukan suasana jiwa
tapi lebih dari keluasan ilmu
kelapangan iman......

Status - status ikhwan jenis ini
lebih mencerminkan Ujub
yang membuat murka Allah

sehingga di cela ini
setan tertawa dengan riangnya

karena status-staus ikhwan jenis ini
adalah bahasa lain
dari panah setan
yang dilepaskan ke jantung para muslimah

Maka ada komentar di status itu
lalu setan meniupkan simpati
maka terjadilah interaksi

semakin jauh
pesona semu, semakin mewarnai jiwa mereka
maka Dusta
adalah kendaraannya
pasti....!!

Maka mengarang bebaslah jadinya
menyebut sesuatu
tapi sesuatu itu adalah dusta

inilah racun dari Ikhwan yang Menebarkan pesona
MERUSAK HATI !!!!

Jika di biarkan terus
ini akan menjadi sarana baru penyebaran
virus yang mengerogoti jiwa aktivis dakwah
maka justru dosa besar
akan banyak di lakukan oleh mereka
yang berjenis ini.....

dimana bedanya kalau begitu?
Aktivis Dakwah bisa lebih buruk dari orang Awam..!!

Maka Jangan Mau jadi Ikhwan TP !!!!!!
karena engkau adalah benalu dalam jamaah dakwah !!
Karena engkau penumpang gelap dalam gerbong dakwah ini....!!!

Pesona mu
harus engkau letakkkan di tempatnya
yaitu pada seseorang yang Allah Halalkan untukmu
dan itu semua hanya ada pada pernikahan
di luar itu
Haram!!!!!

Akhwat Lebay dan Ikhwan TP
adalah masalah baru
dalam hiruk pikuk dakwah
ini akan menjadi penyakit hati
yang menggerogoti pengemban misi kemuliaan ini

maka sadarlah wahai sahabat-sahabat di jalan dakwah !

Jangan Mau Jadi Akhwat Lebay !!!
Jangan Mau jadi Ikhwan TP !!!!!

karena sejarah akan mencatatmu
sebagai noda
dalam sejarah dakwah.

Maha Benar Allah dengan segala Firmannya...
"dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakit itu, dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta....."
QS. 2:10

)I(Hamzah)I(

kutulis ketika ku melihat wajah istriku yang membuatku selalu rindu...terima kasih ummi sayang....^_^
Sumber : http://idadanhamzahalmubarok.com/artikel/read/jangan_mau_jadi_akhwat_lebay_dan_ikhwan_tp/

Kamis, 19 Januari 2012

Jangan Takut Hadapi Mati

19-01-2012


“…masing-masing mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Alloh maha melihat apa yang mereka kerjakan
Naluri ingin hidup lama, tidak hanya ada pada kita sekarang, namun sejak nabi Adam sekalipun. Ia ingin menetap di surga selama-lamanya. Sehingga dengannya, nabi Adam berhasil digoda tipu daya syetan. Melalui pintu ingin hidup panjang, syetan membisikan nabi Adam, agar melanggar larangan Alloh memakan buah khuldi. Sebagaimana tercantum dalam QS Thoha 120.
“Kemudian syetan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya dengan berkata,”wahai adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
Banyak faktor yang menyebabkan orang takut atau cemas saat bicara kematian, merujuk pendapat DR. Quraisy Syihab, faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1) Tidak mengetahui apa yang akan dihadapi setelah kematian 2) Menduga bahwa apa yang dimiliki sekarang jauh lebih baik dengan apa yang dimiliki nanti 3) Membayangkan betapa sulitnya pengalaman mati 4) Khawatir memikirkan terhadap keluarga yang ditinggalkan, dan  5) Tidak mengetahui makna kehidupan dan kematian.
Jika manusia cemas menghadapi kematian karena membayangkan sulitnya pengalaman mati, sebenarnya tidak pada tempatnya. Memang dalam al-Quran dan Hadits disebutkan bahwa ada kematian yang sangat menyakitkan, namun perlu diingat juga, ada kematian yang sangat indah dan menyenangkan. Dalam QS Annazi’at 1-2, Alloh SWT berfirman,
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.
Dalam kedua ayat ini, Alloh menggambarkan dua karakteristik manusia saat dicabut nyawanya, yakni dicabut dengan keras dan dicabut dengan lemah lembut. Dicabut nyawa dengan keras merupakan pengalaman kematian yang menyakitkan. Untuk kondisi ini, rosul mengumpamakan seperti duri yang ada dikapas, lalu duri tersebut ditarik dengan cepat sehingga kapas-kapas terbawa karena kerasnya tarikan. Ini, menjelaskan nyawa dicabut dari badan dengan cepat, keras, paksa dan menyakitkan.
Sementara itu, kondisi dicabut nyawa dengan lemah lembut, adalah proses kematian secara perlahan-lahan. Untuk kasus ini, diibaratkan seseorang yang ngantuk, lalu rebahan, lalu hilang kesadaran sampai ia tertidur lelap dan indah.
Faktor utama yang menentukan apakah manusia mengalami kondisi pertama atau kedua, tidak lain adalah keimanan dan amal sholeh. Saat manusia berlaku jahat, dosa dan maksiat bisa jadi ia akan merasakan kematian yang sakit, dipaksa dan cepat. Sementara bagi orang yang beriman dan beramal sholeh, kematian sebagai hal yang lezat dan indah
Dalam haditnya nabi bersabda, seorang beriman, saat menjelang kematian akan didatangi malaikat yang menyampaikan berita atau visualisasi tempat tinggal dan fasilitas apa yang akan dihadapi nanti. Bisa jadi istana atau bidadari. Maka tidak ada yang paling disenanginya, kecuali segera bertemu dan dicabut nyawanya.Sementara orang kafir, saat mati menjelang ia akan meraskana ketakutan untuk bertemu dengan tuhannya.
Jadi, bagi kita orang yang beriman, janganlah terlalu cemas mengadapi kematian. Yang paling utama adalah melakukan usaha terbaik mengumpulkan bekal menghadapi kematian. Kita siap kapan dan mana pun kematian menjemput. Jadikan kematian sebagai media untuk menumbuhkan semangat pengabdian kepada Alloh, dengannya kita tidak santai-santai untuk beribadah kepada Alloh.
Jadikan dunia sebagai sarana menuju kehidupam akhirat yang sempurna.  Sebagaimana Alloh SWT berfirman dalam Attaubah 38.
“…Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.”
Dan terakhir jadikanlah kematian sebagai proses kelahiran kedua. Kematian merupakan proses evolusi menuju kesempurnaan hidup yang hikiki. Perpindahan dari satu negeri ke negeri lain sampai kita menetap di sana selama-lamanya.
“Dikutip dari Pengajian Malam Ahad, Mesjid Darussalam Kota Wisata, Bogor, 23 April 2011″

Sumber
Saat bicara kematian, biasanya, merupakan topik yang kurang disenangi dan diminati bagi sebagian orang. Kenapa? Karena, pada dasarnya, naluri manusia menginginkan hidup lama, bahkan kalau bisa hidup seribu tahun lamanya. Alloh SWT menyatakan dalam QS Al-Baqoroh 96, bahwasanya ada segolongan manusia yang ingin hidup seribu tahun lamanya.

Inilah 4 Alasan Hari Jumat Begitu Penting Bagi Seorang Muslim

  19-01-2012

Hari Jumat mempunyai kedudukan tersendiri di dalam Islam, baik dari sisi keutamaan, sejarahnya dan juga disyariatkan amal-amalan sunnah yang berlipat ganda pahalanya. Karenanya, sangat wajar jika kita menyambutnya sepenuh hati dan suka cita, bahkan Rasulullah SAW juga menyebutnya sebagai hari raya. Jumat memang hari raya pekanan, yang kadang sering terlupakan. Anda bisa mengkaji lebih jauh seputar fenomena hari raya Jumat dalam postingan saya terdahulu : Jumat Hari Raya Pekanan Kita.
Foto Muslim Amerika shalat Jumat di Capitol Hill, Bila saja umat muslim di Amerika dimana mereka menjadi minoritas semangat menjalankan shalat Jumat berjamaah, bagaimana dengan kita disini?
Agar kita bertambah semangat dalam menyambut hari Jumat, dan mengisinya dengan sekian amal unggulan, maka perlu kita sedikit melihat apa sesungguhnya keistimewaan hari Jumat. Berikut alasan kita bergembira di hari Jumat, sesuai dengan pengabaran hadits dan riwayat shahih diantaranya sebagai berikut :
Pertama : Karena Hari Jumat sebagai hari terbaik dan bersejarah
Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: Hari terbaik terbitnya matahari adalah pada hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu pula dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu tersebut dia dikeluarkan dari surga” (HR. Muslim)
Sebagai hari terbaik, maka layaklah kiranya kita menyambut dengan segenap kebaikan dalam semangat dan niatan beribadah. Harus ada yang berbeda pada hari jumat, sebagaimana sejarah dan syariat kita telah mencontohkannya.
Kedua : Karena inilah hari raya kita
Di antara keutamaan hari Jumat adalah Allah subhanahu wata’ala menjadikan hari tersebut sebagai hari raya pekanan bagi kaum muslimin. Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya hari ini adalah hari raya, Allah menjadikannya istimewa bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan mendatangi shalat jum’at maka hendaklah dia mandi”. (Ibnu Majah)
Setiap hari raya memunculkan keceriaan dan kebahagiaan, maka mari jadikan hari Jumat ini sebagai berbagi kebahagiaan, baik kepada orang lain maupun keluarga. Pastikan sedekah tertunaikan, dan pastikan menu hari penuh kenangan.
Ketiga : Karena pada hari Jumat doa kita lebih Mustajabah
Kita berbahagia karena inilah hari terbuka peluang doa kita. Mari mengisinya dengan bermunajat kebaikan sembari melantunkan doa-doa penuh harapan, khususnya pada waktu-waktu yang mustajab sebagaimana diisyaratkan Rasulullah SAW. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhhiyallahu a’nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya pada hari jum’at terdapat satu saat tidaklah seorang muslim mendapatkannya dan dia dalam keadaan berdiri shalat dia meminta kepada Allah suatu kebaikan kecuali Allah memberikannya, dan dia menunjukkan dengan tangannya bahwa saat tersebut sangat sedikit. ( HR. Muslim no: 852 dan Al-Bukhari no: 5294)
Keempat : Karena dosa-dosa kecil kita diampuni pada hari Jumat
Siapa yang tidak punya dosa dalam menjalani hari-harinya ? Sungguh kita bukanlah malaikat yang bebas dari segala dosa. Setiap hari ada saja maksiat yang tanpa sengaja maupun sengaja kita jalani. Maka setiap jumat tiba, berharaplah ini menjadi momentum penggugur dosa.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : Sholat lima waktu, dari Jumat ke Jumat, dan Romadhon ke Romadhon, adalah penghapus dosa antara satu dan lainnya selama dijauhi dosa-dosa besar. (HR Muslim dan lainnya)
Selamat mengisi hari Jumat dengan amal penuh semangat.

Sumber : Riduan Mulyadi

Gambaran Neraka Menurut 7 Agama Berbeda (no SARA)

19-01-2012

Tubuh manusia pendosa yang sudah meninggal konon kelak akan direbus, digergaji, dibakar, atau kepalanya dipancung. Kok Tuhan digambarkan jadi sadis kayak gini, ya…? Tapi katanya Tuhan maha pengampun. Katanya Tuhan penuh kasih. Katanya dosa manusia terampuni kalau sudah Hidup Baru. Katanya lagi, dosa seluas apapun akan dihapus asalkan kita sudah bertobat dan mohon ampun pada Tuhan. Hampir semua gambar dan teks di bawah ini diambil dari blog Weekly World News. Neraka agama apa yang menurutmu paling menakutkan, paling kejam dan paling sadis hukumannya?
Berikut Gambaran lukisan neraka versi 7 agama berbeda:
Agama Kristen — Neraka dalam versi ajaran agama Kristen adalah di mana tubuh pendosa akan dibakar selama-lamanya dalam api abadi yang takkan pernah padam.
neraka-agama-kristen
Agama Jain — Agama asli orang India. Disebutkan bahwa agama ini memiliki versi neraka paling banyak: sampai 8 juta lebih jenisnya.
neraka-agama-jain
Agama Islam — Ditulis, manusia kelak harus melewati sebuah jembatan kecil bila ingin menuju surga. Kalau tidak berhasil, dia akan terjatuh dan masuk ke api neraka Jahannam.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” — At-Tahrim [66]:6
neraka-agama-islam
Agama Hindu — Pada akhirnya setiap manusia akan mengalami reinkarnasi; dia akan kembali hidup di bumi tetapi dalam wujuh tubuh manusia lain atau hewan. Sebelum reinkarnasi, manusia harus lebih dulu melewati hukuman neraka dari 21 macam jenisnya.
neraka-agama-hindu
Agama Buddha — Mempunyai 15 jenis neraka, dan tujuh diantaranya adalah neraka api.
neraka-agama-buddha
Agama Taoisme — Percaya bahwa neraka sebenarnya ada di dalam kuil itu sendiri, tapi di sana ada iblis-iblis yang siap menerkam para manusia pendosa dengan senjata tajam.
neraka-agama-taoisme
Agama Judaisme — Yahudi Ortodox percaya di neraka kelak tubuh manusia pendosa akan direbus atau dikuliti.
neraka-agama-yahudi

Senin, 16 Januari 2012

Tsawabit Amal Islami Menurut Imam Al-Banna: Menyikapi Issu dan Kebohongan (Bag. 12)

16-01-2012

Oleh: Abu Ghozzah
Kirim Print
Strategi Dakwah
Menyikapi Lembaga-Lembaga Islam
موقفنا من الهيئات الإسلامية عامة أننا نتمنى لها الخير جميعاً وندعو لها بالتوفيق. وأن خير طريق نسلكها ألا يشغلنا الالتفات إلى غيرنا عن الالتفات إلى أنفسنا. فأمتنا محتاجة إلى جنود وجهاد، والوقت لا يتسع لنتطلع إلى غيرنا ونشتغل به، فكل في ميدانه والله مع المحسنين (1).
Sikap kami terhadap Lembaga-Lembaga Islam secara umum adalah kami mengharapkan kebaikan lembaga-lembaga tersebut dan kami doakan mereka agar mendapatkan taufik. Sebaik-baik cara yang kami tempuh adalah kami tidak tersibukkan dengan memperhatikan selain kami, dan melupakan kondisi internal kami, karena umat kami sangat membutuhkan kesungguhan dan jihad, sedangkan waktu tidak mencukupi untuk kami mengkaji dan sibuk dengan selain kami. Maka setiap lembaga itu ada medan kerjanya, dan Allah bersama orang-orang yang berbuat baik, (Al-Mudzakkirat;227)
على أننا نحب أن نتعاون مع هذه الهيئات ونحاول جاهدين أن نقرب بين وجهات النظر، ونوفق بين مختلف الفكر. ولا يباعد بيننا رأي فقهي، أو خلاف مذهبي (2)، بل نعمل على جمعها وتوحيدها حول الفكرة العامة (3).
Kami cinta bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang ada, kami berusaha untuk bersungguh-sungguh mendekatkan ragam cara pandang pemikiran yang ada dan kami berusaha untuk mendekatkan antara beda pemikiran. Jangan sampai perbedaan pendapat fiqih menjauhkan di antara kita, begitu juga beda madzhab mencerai beraikan barisan kita, (Risalah Muktamar Saadis; Rasail cetekan 2:216/Al-Ushul 94), bahkan kami bekerja untuk mengumpulkan dan menyatukan dalam bingkai pemikiran umum atau agenda bersama, (Risalah Muktamar Saadis; Ar-Rasail cetakan 1:179/Ar-Rasail cetekan 2:145/Al-Ushul 67).
وإذا كانت هناك حركة تشترك معنا في غايتها العامة، وهي العمل لما فيه إعزاز الإسلام وإسعاد المسلمين، وإنما تقع فروق بسيرة في أسلوب الدعوة وفي خطة القائمبن بها، فإننا لا نشعر أننا في ميدان منافسة، ولكن في ميدان تعاون قوي وثيق. ولا بأس أن نظهر وإياهم في كثير من القضايا الإسلامية العامة شيئاً واحداً وجماعة واحدة (4).
Jika ada gerakan yang tujuannya sama dengan tujuan perjuangan kami, yaitu bekerja untuk meninggikan Islam dan menjadikan umat Islam berbahagia, namun ada perbedaan metode dan strategi dakwah, maka kami tidak merasakan adanya persaingan, justeru kami menganggap ini menjadi medan amal kerja sama yang kuat. Tidak masalah kami menampakkan kesamaan dengan mereka dalam banyak problematika Islam secara umum dalam pernyataan dan barisan yang satu, (Risalah Muktamar Khamis: Ar-Rasail cetakan 1:179-180 / Ar-Rasail cetekan 2:145-146/Al-Ushul 67-68).
Adapun terkait dengan gerakan Islam  yang tergesa-gesa yang kadang tidak terkendali dikarenakan sikapnya itu, kami tidak mendukungnya dan kami jelaskan letak kekeliruan dengan cara yang baik, namun kami tidak memusuhinya, bahkan kami lapang dada agar semua pelaku kebaikan mendaptkan taufik dari Allah swt. untuk menjalankan kebaikan, dan kami tidak menginginkan mencampur adukkan antara sikap membangun dengan perilaku meruntuhkan bangunan, karena medan jihad sangat luas bagi siapa saja, (Risalah Muktamar Khamis: Ar-Rasail cetakan 1:179-180/Ar-Rasail cetakan 2:145-146/Al-Ushul 67-68)
Issu dan Kebohongan
تتعرض الدعوات في سيرها إلى كثير من الإشاعات والأكاذيب، يطلقها المغرضون الذين امتلأت قلوبهم بالحسد والغيرة من العاملين للإسلام، فلا بد من اعتماد قاعدة مهمة في سير الدعوة العملي، وهي أن الإشاعة والأكاذيب لا يقضى عليها بالرد، ولا بإشاعة مثلها، ولكن يقضى عليها بعمل إيجابي نافع يستلفت الأنظار، ويستنطق الألسنة بالقول، فتحل الإشاعة الجديدة وهي حق، محل الإشاعة القديمة وهي باطل (2) (3).
Berbagai dakwah dalam perjalannya menghadapi banyak tuduhan, issu dan kebohongan yang dilontarkan pihak-pihak yang di dalam hatinya dipenuhi sikap dengki dan iri terhadap para pendakwah Islam, maka mensikapi hal ini dibutuhkan sikap berpegang pada kaidah penting dalam menjalankan kerja dakwah, yaitu bahwa issu-issu dan kebohongan itu tidak perlu dibantah, juga bukan dengan issu lain semisalnya, akan tetapi menjinakkannya dengan amal kerja nyata positif yang bermanfaat sehingga akan tetap dilihat banyak orang, maka prestasi kerja ini akan menjadi issu positif baru, dan inilah yang benar, sedangkan issu-issu sebelumnya batil adanya, (Al-Mudzakkirat 82 atau 108-109).
أما إذا كان الافتراء من علماء معروفين، ولهم أثرهم في نفوس الناس، فإنه لا بد من معالجة الأمر وإيقافهم عند حدهم ومنعهم من التقول، من غير استخدام العنف معهم (1).
Adapun jika tuduhan tidak berdasar itu dari kalangan ulama yang tersohor, mereka punya daya perhatian yang besar di tengah manusia, dalam hal ini perlu ada upaya untuk mengobati dan menghentikan tindakan tersebut, tanpa harus menggunakan cara-cara kekerasan terhadap mereka, (Al-Mudzakkirat:110-111). bersambung…
Sumber : http://www.al-ikhwan.net/2012/01/4989/tsawabit-amal-islami-menurut-imam-al-banna-menyikapi-issu-dan-kebohongan-bag-12/

Kehendak Umat… Membangun Peradaban

16-01-2012 

Oleh: Muhammad Badi


Kirim Print
Risalah dari Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 15-12-2011
Penerjemah:
Abu ANaS MA
__________
Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang loyal kepadanya.. selanjutnya
Dalam risalah sebelumnya telah kita bicarakan tentang manusia sebagai pilar utama sebuah kebangkitan, karena itu, ada satu perkara yang tidak bisa dipisahkan darinya; pentingnya menghargai dan menghormati kehendak rakyat (umat) yang merupakan cerminan kehendak setiap individu yang menyatu; ia merupakan batu utama dan yang hakiki bagi setiap kebangkitan; karena tanpa adanya penghormatan dan penghargaan tersebut maka tidak akan ada kebangkitan dan kemajuan.
Revolusi musim semi Arab telah berakhir yang diiringi dengan berakhirnya rezim diktator yang selalu melakukan penindasan dan perbudakan bagi suatu negeri dan bangsa, rezim yang telah merampas kekayaan negara dan merekayasa kehendak bangsanya
مَا أُرِيكُمْ إِلا مَا أَرَى وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلا سَبِيلَ الرَّشَادِ
“Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”. (Ghafir:29)
Dan menjadikan keinginan bangsa yang tertinggi dan wanita penentunya, dan orang yang memegang jabatan hendaknya tidak lupa bahwa dirinya “sangat lemah” disisi umat, sehingga harus berusaha merealisasikan tuntutan-tuntutannya dan mengerahkan seluruh tenaga dan potensinya untuk memberikan kebahagiaan kepada anak bangsanya; untuk melemparkan jauh-jauh slogan pemaksaan: “Negeri ini adalah negeri mereka”
Setiap umat pasti memiliki kekayaan berharga dan penghasilan yang banyak serta perhiasan yang mahal baik dari sisi nilai-nilainya, pemudanya, pemerintahnya, cendekiawan dan ilmuwannya, sumber daya alamnya dan persatuannya… sungguh itu semua merupakan kekayaan yang sekiranya dipahami nilai-nilainya oleh para pejabatnya dan profesional dalam pemeliharaannya -sebagaimana yang telah Allah anugerahkan melalui kekuasaanNya- niscaya akan menjadi pemimpin besar di dunia, dan akan mengalami kemajuan dan kesejahteraan di negerinya dan bahkan akan tercatat dalam sejarah yang mulia, mengangkat derajat dan posisinya bersamanya.
Bangsa yang telah berhasil merebut kembali kemerdekaan dan kehormatannya dengan mengorbankan darah anak-anak bangsa, tidak akan rela setelah ini memalsukan kehendaknya atau menoleh atasnya, dan barangsiapa yang melakukan kezhaliman niscaya akan merasakan balasan dan kehancurannya
وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ
“Dan rencana jahat mereka akan hancur”. (Fathir:10)
وَلا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلا بِأَهْلِهِ
“Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri”. (Fathir:43)
Ketika umat menyadari sebagai pemilik keputusan, niscaya kebangkitan akan bergerak meliputi jiwa dan melesatkan potensi menuju pembangunan masa depan dan setiap individu akan melakukan persiapan secara penuh sehingga dapat dikerahkan dan memiliki kesigapan untuk  melakukan kemajuan dan peningkatan terhadap negerinya,  sebagaimana yang telah kita lihat di berbagai peristiwa dan kejadian pada beberapa bulan ini.
Pada saat Abu Al-Qasim Asy-Sya’bi membuat puisi yang terkenal dengan tema “Keinginan untuk hidup”, yang pada mukaddimahnya beliau berkata:
إذا الشعب يومًا أراد الحياة                     فلا بد أن يستجيب القدر
ولا بد لليل أن ينجلي                           ولا بد للقيد أن ينكسر
Jika pada suatu hari, satu bangsa menginginkan kehidupannya #
Maka harus segera disambut semampunya
Karena malam pasti berlalu #
Sebagaimana belenggu pasti akan hancur
Beliau menyadari bahwa keinginan bangsa untuk hidup dan menikmati kehidupan dengan penuh kebebasan, kemuliaan dan kemerdekaan yang akhirnya akan unggul dan tampil dihadapan, bahwa umat tidak mungkin bisa dipaksakan sekalipun pemerintah thagut sedang berada di puncak kekuatannya dan para diktator melakukan dengan kekuatan, kezhaliman, kekerasan dan kebengisannya. Mereka harus menyadari bahwa penindasan, pemaksaan dan kediktatoran akan hancur , cepat atau lambat, dan sesungguhnya masa kemerdekaan, demokrasi, keadilan dan kesetaraan pasti akan datang, karena itu negara yang penuh kezhaliman hanyalah sebentar , adapun al-haq dan keadilan akan tetap lestari hingga hari kiamat.
Kasus penuh obstruktif dan kebuntuan telah tengah terjadi pada  masyarakat Arab, oleh karena rezim sebelumnya yang melakukan pemborosan dan pengekangan kehendak rakyat serta meremehkan nilai-nilai kemanusiaan, berkurangnya kebebasan publik,  maraknya pelanggaran hak, hancurnya loyalitas dan komitmen bangsa, dan terpasungnya kebebasan berekspresi dan berpartisipasi dalam pemerintahan dalam negeri, serta secara terus menerus membuat aturan yang hanya sesuai dengan undang-undang darurat dan hukum militer selama puluhan tahun lamanya, dan terus melakukan penangkapan secara sewenang-wenang terhadap orang-orang jujur yang kontra dengannya, dan menetapkan hukum secara zhalim dan merampas hak-hak mereka dihadapan pengadilan luar biasa.
Kondisi ini diiringi dengan dengan terjadinya kemerosotan secara terus menerus, sehingga kondisi ekonomi dan kehidupan rakyat menurun, dan menjadikan sebagian besar kehidupan mereka berada di bawah garis kemiskinan, atau jika boleh dikatakan sebagai pemiskinan yang disengaja, dan penglaparan yang disengaja, sementara itu kondisi yang lebih ironi juga terjadi yaitu maraknya pengangguran di seantero negari, dan menyebarnya yang mengkhawatirkan pelanggaran hukum, korupsi merajalela penyuapan dan menghabiskan uang publik; memang secara disengaja dilakukan untuk membuat orang-orang sibuk dari melakukan tugasnya yang sebenernya dan membuat  kemuliaan tertinggi.

Meskipun dalam kondisi demikian namun kehendak bangsa berhasil menggulingkan tahta terkuat dari orang-orang angkuh di zaman modern oleh karena karunia Allah, dan berkat persatuan dan kekuatan barisannya .. yang demikian merupakan akhir yang tak terelakkan akan konflik yang sengit  antara kehendak rakyat yang terampas dan kehendak rezim yang menindas hak rakyat dan kebatilan yang hampa
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ
Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, Maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya)”. (Al-Anbiya:18)
Rakyat telah mengungkapkan kehendak kemerdekaannya dalam membangun negara demokrasi modern berdasarkan pondasi dan prinsip-prinsip kewarganegaraan dan aturan hukum, kebebasan, kesetaraan dan keragaman dalam segala bentuk dan jenisnya, dan transfer kekuasaan secara damai melalui kotak suara, dan menghormati hak asasi manusia dan kebebasan dasar, dan menyebarnya secara umum  akan nilai-nilai dari kebebasan, keadilan dan kesetaraan di antara semua anak bangsa, tanpa pembedaan atas dasar ras, warna kulit, agama, dan penyusunan konstitusi baru bagi negara yang memenuhi kebutuhan masyarakat menuju kebangkitan yang sesungguhnya untuk puluhan bahkan ratusan tahun, dengan cara konsensual di antara semua anak bangsa, Karena itu konstitusi ditempatkan karena konsensi bukan mayoritas, bersamaan dengan pentingnya memerangi berbagai tindak kerusakan dan kejahatan di berbagai departemen pemerintah dan lembaga-lembaganya  dan melakukan akuntabilitas berbagai kerusakan dan pelaku kerusakan, Apapun posisi dan atribut mereka, dan segera melakukan pengadilan terhadap para penjahat secara adil  dan singkat, memperbaiki kondisi kehidupan yang memburuk untuk warga negara dan meningkatkan penghapusan kemiskinan dan pengangguran, dan kebutuhan untuk memulihkan keamanan dan keselamatan bagi warga di seluruh negara, dan melakukan rehabilitasi dari layanan keamanan dan mengubah konsepnya yang salah, seperti perangkat penindasan dan tirani, dan mengakhiri hegemoninya terhadap kendali negara, dan membatasi perannya untuk melindungi tanah air dan memenuhi berbagai faktor keamanan dan stabilitas bagi seluruh warga, dan membuat ruang untuk semua orientasi dan arus politik, intelektual, organisasi masyarakat hukum, sosial, budaya, ekonomi, dan masyarakat sipil di negara; karena meningkatkan pelaksanaan kegiatan dan acara, dan mengekspresikan pandangan dan keyakinannya  dan memungkinkan untuk menggunakan kebebasan nasional untuk berkontribusi dalam membangun rumah mereka sendiri dan meningkatkan statusnya, diiringi dengan kebutuhan untuk mempromosikan budaya cinta, toleransi dan saling menghormati dan co-eksistensi antara semua anak bangsa .. Ini adalah tuntutan masyarakat dan kewajiban pemerintah, siapa pun dia, inilah jalan satu-satunya untuk keluar dari krisis dan mewujudkan kebangkitannya.
Inilah beberapa tugas dan tanggungjawab yang Allah telah berikan perlindungan kepada umat-Nya; merupakan tanggungjawab yang akan dimintakan pertanggungjawabannya dihadapan Allah, dan kemudian dihadapan manusia dallam menjalankan tugas-tugasnya secara memuaskan. karena itu para pengemban amanah ini hendaknya melakukan upaya maksimal untuk mencapai hal ini, dengan penuh amanah dan ketulusan jika tidak maka hendaknya tugas tersebut secara baik-baik.
Umat yang kami banggakan saat ini sedang mencari orang yang mampu mempertahankan agamanya, menjaga dan membela negerinya, mempertahankan keamanan dalam negerinya dan menghormati putusan pengadilan, tidak angkuh atau mengabaikannya, dan bagisiapa yang mampu membangun keadilan pada semua urusan negara, menyebarkan kebajikan dan akhlak, dan memfasilitasi cara hidup yang praktis, menyebarkan kemakmuran di seluruh pelosok negeri dan memberikan pekerjaan dan tugas kepada seluruh petugas dari orang-orang yang berpengalaman.
وهو ما خطَّه إمامنا الشهيد حسن البنا ورسم حدوده لمكونات النهضة ورفعة الشعوب؛ حيث يقول: “إن تكوين الأمم، وتربية الشعوب، وتحقيق الآمال، ومناصرة المبادئ.. تحتاج من الأمة التي تحاول هذا أو من الفئة التي تدعو إليه على الأقل إلى قوة نفسية عظيمة تتمثل في عدة أمور: إرادة قوية لا يتطرق إليها ضعف، ووفاء ثابت لا يعدو عليه تلون ولا غدر، وتضحية عزيزة لا يحول دونها طمع ولا بخل، ومعرفة بالمبدأ وإيمان به وتقدير له يعصم من الخطأ فيه والانحراف عنه والم. ساومة عليه والخديعة بغيره، وقد يقول قائل: ما لهؤلاء الجماعة يكتبون في هذه المعاني التي لا يمكن أن تتحقق؟ وما بالهم يسبحون في جوِّ الخيال والأحلام.. على رسلكم أيها الإخوان في الإسلام والملة؛ فإن ما ترونه اليوم غامضًا بعيدًا كان عند أسلافكم بديهيًّا قريبًا، ولن يثمر جهادكم حتى يكون كذلك عندكم، وصدقوني إن المسلمين الأولين فهموا من القرآن الكريم لأول ما قرءوه ونزل فيهم ما ندلي به اليوم إليكم ونقصه عليكم
Inilah yang pernah direncanakan oleh imam Syahid Hasan Al-Banna dan ditetapkan batasan-batasannya sebagai komponen kebangkitan dan peningkatan kepabilitas umat, beliau berkata: “Bahwa pembentukan bangsa-bangsa, pembinaan umat, perwujudan harapan, dan pembelaan prinsip-prinsip .. sangat membutuhkan dari bangsa yang berusaha menerapkan ini atau kalompok yang menyeru kepadanya minimal kekuatan psikologis yang besar yang terdapat pada beberapa hal: kekuatan yang tidak terbetik sedikitpun kelemahan, pemenuhan janji yang tetap yang tidak dicemari oleh kamuflese dan pengkhianatan, pengorbanan yang mulia yang tidak berubah oleh keserakahan dan kekikiran, pemahaman kepada prinsip dan beriman kepadanya dan penghargaan untuknya yang terlindungi dari kesalahan, penyimpangan dan tawar-menawar dan penipuan, mungkin ada yang berpendapat Bagaimana ada satu kelompok yang telah mewajibkan atas dirinya nilai-nilai yang tidak dapat dicapai? bagaimana mungkin mereka bertasbih dalam suasana berkhayal dan impian .. Hendaknya kalian wahai Ikhwan senantiasa berada dalam Islam dan keyakinan. Bahwa yang kalian saksikan hari ini adalah  samar pada masa lalu dan jauh namun menurut ulama salaf sangat jelas dan dekat, dan usaha kalian tidak akan menghasilkan Jihad sampai seperti mereka dalam diri kalian, percayalah kepada saya bahwa umat Islam masa dahulu sangat memahami Al-Quran dari pertama yang mereka baca dan turun seperti yang diperintahkan pada hari ini dan kami ceritakan kepada kalian”.

Telah diceritakan darah para syuhada sebagai akar bagi kehendak rakyat, sehingga tumbuh pohon kebebasan, dan menjadi resisten akan tercerabut atau menghindar atasnya atau usaha penipuan untuk lainnya, karena itu kita harus untuk tidak meremehkan kehendak rakyat kita, berjuang untuk mereka, dan bergerak dalam kerangka kerjanya, dan jangan sampai ada satu faksipun tidak berusaha – sekalipun dirinya yakin kemampuan melakukan konfrontasi dihadapan umat – untuk berenang melawan arus, jadilah bahan pelajaran untuk orang setelahnya, dan tidak akan sia-sia hak dibelakangnya berbagai tuntutan yang diambilnya dan dilindungi setelah hal itu terjadi.
Marilah semua kita bersaing dalam rangka  bagaimana bangkit di negara kita dan memberikan program yang bermanfaat, dan marilah kita semua bekerja sama dalam memajukan dan meningkatkan negeri secara fair dan mulia, jauh dari pertempuran tercela yang melukai dada dan menghambat kemajuan, dan merilah kita perlihatkan kepada Allah dan kepada bangsa kita yang terbaik dari diri kita sebagai ungkapan rasa cinta secara nyata kepadanya melalui langkah-langkah praktis menuju kemajuan yang real yang mengembalikan posisi kita yang menjadi kita di tengah umat.
Bahwa kehendak umat sangatlah berharga, kekal dan yang terkuat, Insya Allah, bahkan di atas semua kekuatan atau kekuasaan, karena itu semua orang hendaknya menghormati dan tidak menganggap enteng untuk bergerak maju di negara kita dan untuk turun kepadanya sehingga menjadi beban puluhan tahun dengan berbagai penindasan, penghinaan dan kekurangan
إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
Salawat dan salam atas nabi kita  Muhammad saw, beserta keluarga dan para sahabat
Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah
Sumber : http://www.al-ikhwan.net/2011/12/4920/kehendak-umat-membangun-peradaban/

Kamis, 05 Januari 2012

Kenapa Harus MerayakanTahun Baru?

05-01-2012

Duaar bunyi petasan, terompet dan lainnya seperti tidak pernah lepas dari tradisi tahun baru masehi. Tak terasa memang sekarang kita sudah beradah di tahun  2012. Banyak orang memaknai tahun baru ini, dan banyak pula sahabat-sahabat kita salah menyikapi tahun baru masehi. Ngomong-ngomong tahun baru masehi. Sahabat sudah tahu belum sejarah tahun baru masehi?

Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

1 Januari Bukan Tahun Baru Kita
Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristen. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Dunia.


Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

Evaluasi Diri Bukan Hanya Tahun Baru
“Demi Waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS al-Ashr [103] 1-3)

Kita mengetahui kalau tahun baru masehi adalah bukan kebudayaan kita sebagai umat muslim. Namun masih banyak sahabat kita diluar sana yang secara sadar atau tidak sadar ikut pula merayakannya. Padahal Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR Imam Ahmad dalam Musnad-nya jilid II, hlm. 50).
masih mau ikutan lagi? Lalu apa tindakan kita sebagai anak ROHIS yang katanya melankolis, juga romantis tapi sayang berkumis ^_^? 

Menjadikan tahun baru ini untuk dijadikan momen memperbaiki diri memang tidak ada salahnya. Namun alangkah lebih baik baik lagi jika sahabat rohis bisa memperbaiki diri setiap hari, Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR Ahmad)

Tetapi yang jelas, kita sebagai anak rohis yang mengaku ISLAM FOREVER harus berani mengambil keputusan untuk tidak untuk merayakan tahun baru masehi. Sebab memang bukan dari budaya islam, dan islam tidak pernah mengajarkan untuk merayakannnya dengan kembang api dan hal-hal yang mubazir untuk dilakukan. “Ada dua nikmat, dimana manusia banyak tertipu di dalamnya; kesehatan dan kesempatan.” (HR Bukhari).
Sumber : Sahabatrohis.co.id

Rabu, 04 Januari 2012

Setiap Kalian Adalah Pemimpin

Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan:
أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْإِمَامُ الْأَعْظَمُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْؤُولَةٌ عَنْهُمْ، وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

"Setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya. Imam a’zham (pemimpin negara) yang berkuasa atas manusia adalah ra’in dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Seorang lelaki/suami adalah ra’in bagi ahli bait (keluarga)nya dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Wanita/istri adalah ra’iyah terhadap ahli bait suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah ra’in terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya."
(HR. Al-Bukhari no. 5200, 7138 dan Muslim no. 4701 dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu 'anhuma)
Makna ra’in adalah seorang penjaga, yang diberi amanah, yang harus memegangi perkara yang dapat membaikkan amanah yang ada dalam penjagaannya. Ia dituntut untuk berlaku adil dan menunaikan perkara yang dapat memberi maslahat bagi apa yang diamanahkan kepadanya. (Al-Minhaj 12/417, Fathul Bari, 13/140)

Berdasarkan makna ra’in di atas, berarti setiap orang memegang amanah, bertindak sebagai penjaga, dan kelak ia akan ditanya tentang apa yang diamanahkan kepadanya. Seorang pemimpin manusia, sebagai kepala negara ataupun wilayah yang lebih kecil darinya, merupakan pemegang amanah dan bertanggung jawab terhadap kemaslahatan rakyatnya dan kelak ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Begitu pula seorang suami sebagai kepala rumah tangga, ia memegang amanah, sebagai penjaga serta pengatur bagi keluarganya dan kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Berikutnya seorang istri, selaku pendamping suami, ia memegang amanah sebagai pengatur urusan dalam rumah suaminya berikut anak-anak suaminya dan ia pun kelak akan ditanya tentang pengaturannya dan tentang anak-anaknya.
Sumber : http://www.ikhwanmuslim.or.id/?content=hadits_detail&idb=27&title=setiap-kalian-adalah-pemimpin

Iman, Islam, dan Ihsan


عَنْعُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌعِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْطَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِالشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّاأَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَرُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِوَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُاللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَإِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَوَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِاسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُيَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِوَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَصَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَاللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ .قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَابِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا،قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَالْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيالْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَاعُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ. قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .
[رواه مسلم]

Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “.

(Riwayat Muslim)

Catatan :

Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena didalamnya terdapat pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan.

Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaan makhluk di langit/Jibril) dan Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi/ Rasulullah)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :

Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa.

Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orang–orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya.

Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata: “Saya tidak tahu“, dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya.

Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia.

Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya.

Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya sepanjang tidak ada kebutuhan.

Didalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala.

Didalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu.

Penulis : Imam Nawawi
Sumber : http://www.ikhwanmuslim.or.id/?content=hadits_detail&idb=25&title=iman-islam-dan-ihsan


Senin, 02 Januari 2012

Ijinkan Kami Bertutur untuk Para Pejuang Dakwah Sekolah

Kami, dilahirkan dari rahim hangat da'wah sekolah. Diasuh oleh ketulusan para mentor dan murobbi sekolah membuat kami mampu tegak berdiri menghadapi berbagai permasalahan tdk hanya di dunia sekolah tapi juga di dunia mahasiswa.
Hingga kini kami bertahan...

Fabi ayyi 'ala I robbikuma tukadziban !
***
Da'wah, rasanya bisa dikatakan menjadi tempat dimana semua keterbatasan ada, keterbatasan SDM, keterbatasan dana,keterbatasan waktu, bahkan terkadang keterbatasan izin orangtua. Namun ternyata da'wah mampu mengalirkan keberlimpahan cinta untuk sesama, keberlimpahan inspirasi, dan keberlimpahan cahaya yang mencerahkan.

Tak perlu jauh mencari bukti,
Di dekat, bukti itu adalah kami,
Juga kalian.

Di tempat yang jauh, bukti itu tersebar dari Gaza hingga Papua, torehan peristiwa ajaib yang memukau kehidupan. Bacalah-carilah, kelak bukti itu akan membuat kita bersyukur pernah disentuh oleh da'wah.

Da'wah selalu mencerahkan

Dan istimewanya,
Da'wah sekolah selalu mendapat kesempatan pertama untuk mencerahkan manusia,
Itu karena da'wah sekolah berhadapan dengan para manusia belia, para calon pelanjut generasi bangsa yang tulang belulangnya masih kokoh berdiri, yang senyumannya masih secerah mentari pagi.

Tak usah menunggu tua untuk melihat perubahan, di sekolah yang di'cerahkan', musholla selalu tampak penuh dengan jejalan putih abu di jama'ah dhuha,
Kemeja siswa tampak menggembung diisi mush'af,
Tahajjud bersama pun digelar
Dengungan tilawah dan hapalan menembus telinga yg masih ada setitik keimanan
Bukan itu saja,
Belia-belia putih abu istimewapun terlihat dari kesantunannya berbicara, kejujurannya saat ujian, kekokohannya menjaga harga diri, kebaikan akademisnya, kehebatannya membagi waktu dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Sungguh, Keberkahan yang Allah lahirkan dari da'wah sekolah telah mampu mengobati zaman yang telah luka berdarah-darah,
Oleh tawuran pelajar
Oleh pergaulan bebas pelajar
Oleh pornografi pelajar
Oleh akhlak hina pelajar
Oleh kecurangan pelajar
Oleh hedonisme pelajar

Da'wah sekolah yang digadang-gadang siang malam oleh saya, kami,kalian, dan ribuan aktivis da'wah sekolah lainnya,
Telah mampu membuat jalinan mimpi indah tentang negeri yang 'baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur ' itu terajut kembali.

Bahwa harapan itu masih ada,
Bahwa waktu sela kehadiran azab Allah itu masih bisa dipanjangkan...

Fabi ayyi 'ala I robbikuma tukadzibaan!!
Maka ni'mat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan...

Tak mampu kami hidup tanpa da'wah, telah kami dan kalian ikrarkan,
Telah kami dan kalian buktikan
Telah kami dan kalian perjuangkan

Pusaran da'wah yang indah telah membuat kelelahan langkah kita tak lagi bermakna
Manisnya iman dan ukhuwah telah membuat
habisnya uang, habisnya waktu kita tak lagi punya arti
Kita percaya bahwa da'wah telah menyirami keimanan manusia, dan iman sejak kehadirannya selalu mampu merubah apa saja. Bahwa iman selalu membawa jutaan cerita ajaib dalam kehidupan, bahwa iman mampu membuat kita bertahan dan lebih berdaya.

Jadi Wahai Adik,
Tetaplah berjuang, bertahan,berpegangan tangan,
Kelak kalian akan saksikan, ada dunia baru yang Allah berkahi,yang tentram dan indah,
Yang akan kita wariskan untuk manusia-manusia baru yang tak lain adalah anak-cucu kita sendiri

Jadi Wahai Adik,
Jangan pernah berhenti,
Karena berhenti berarti mati
Karena berhenti berarti hidup tanpa cahaya

Wahai Adik,
Sungguh, langkah kaki kalian selalu kami doakan,
Agar Allah mudahkan
Agar Allah sucikan dari kepentingan dunia
Agar Allah menjaga keberkahannya

***

Kami juga kalian, dilahirkan dari rahim hangat da'wah sekolah. Diasuh oleh ketulusan para mentor dan murobbi membuat kami dan kalian mampu tegak berdiri bertarung dengan 'keangkuhan zaman'

Di hati kita ikrarkan : Allahu Ghoyatuna ! Karena Allah saja
Hingga kini kami dan kalian bertahan...
Sumber : http://rohis.org/artikel/dari-anak-rohis/225-ini-nyata-masa-depan-islam-ada-di-tangan-kita.html